Di Bawah Pengamanan Polsek Nita - Polres Sikka, Peresmian Gereja St. Stefanus Rotat Berlangsung Khidmat dan Kondusif
Peresmian dan pemberkatan Gereja Stasi St. Stefanus Rotat di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, berlangsung dengan khidmat, aman, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menegaskan kuatnya iman, kebersamaan umat, serta sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan aparat keamanan dalam menjaga kerukunan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sikka.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 14 Februari 2026 — Suasana penuh sukacita, iman, dan kebersamaan mewarnai Peresmian dan Pemberkatan Gereja Stasi St. Stefanus Rotat yang berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Momentum bersejarah bagi umat Katolik setempat ini menjadi penanda resmi berdirinya rumah ibadah yang selama ini dibangun melalui semangat gotong royong dan pengorbanan umat.

Kegiatan sakral tersebut dipimpin langsung oleh Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Uskup Keuskupan Maumere, dan dihadiri oleh para imam konselebran, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan umat dan tamu undangan. Sejak pagi hari, umat telah memadati area gereja dengan penuh antusias dan rasa haru, menyambut hari yang telah lama dinantikan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penjemputan Uskup Keuskupan Maumere pada pukul 08.00 WITA di halaman Gereja Stasi St. Stefanus Rotat. Kedatangan Uskup disambut secara adat melalui Tarian Hegong, tarian tradisional khas Flores yang sarat makna penghormatan dan penerimaan. Nuansa budaya lokal yang berpadu dengan nilai-nilai religius menjadikan momen tersebut semakin khidmat dan bermakna.
Selanjutnya, pada pukul 08.30 WITA, dilakukan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya Gereja Stasi St. Stefanus Rotat. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya perjalanan pelayanan pastoral dan kehidupan iman umat dalam gedung gereja yang baru, yang diharapkan menjadi pusat pembinaan rohani, persaudaraan, dan pelayanan sosial bagi masyarakat sekitar.
Puncak acara ditandai dengan Misa Syukur yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Maumere bersama para imam konselebran. Dalam homilinya, Uskup menegaskan bahwa gereja bukan semata bangunan fisik, melainkan rumah Allah yang hidup melalui iman, kasih, dan persatuan umat.
Ia mengajak seluruh umat untuk menjaga gereja ini dengan merawat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, serta kepedulian sosial, baik di lingkungan gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Usai misa, rangkaian acara dilanjutkan dengan persembahan tari-tarian, sambutan-sambutan, serta ramah tamah bersama. Sambutan Ketua Lingkungan dan sambutan Uskup Keuskupan Maumere menjadi refleksi atas perjalanan panjang pembangunan gereja yang dilalui dengan berbagai tantangan, namun berhasil diwujudkan berkat kerja sama umat, dukungan para donatur, serta peran aktif tokoh masyarakat dan lembaga pendukung.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Sikka Dapil Sikka IV, Bapak Leonardus Winarto, S.S., M.Hum dan Ibu Yuslin Nursivin Dua Botha, S.IP, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Stasi St. Stefanus Rotat, para biarawan dan biarawati, Ketua KSP Kopdit Pintu Air Rotat Yakobus Jano beserta jajaran karyawan, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya sinergi antara umat, pemerintah, dan elemen masyarakat dalam mendukung kehidupan beragama yang harmonis.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.30 WITA dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan kegiatan dilaksanakan oleh personel Polsek Nita berdasarkan Sprint Kapolsek Nita Nomor Sprin/07/II/2026/Sek. Nita tanggal 13 Februari 2026, sehingga acara dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Peresmian dan pemberkatan Gereja Stasi St. Stefanus Rotat ini tidak hanya menjadi peristiwa penting bagi umat Katolik setempat, tetapi juga menjadi simbol kuatnya semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di Kabupaten Sikka. Gereja ini diharapkan menjadi pusat pembinaan iman sekaligus ruang perjumpaan yang menumbuhkan nilai-nilai damai dan kasih dalam kehidupan bermasyarakat. [CM24]


