"Nyawa Warga Jadi Taruhan, Brimob Polda NTT Turun Tangan Selamatkan Jembatan Ledagoba Sikka”

Kegiatan perbaikan Jembatan Ledagoba hari ke-2 oleh personel Kompi 1 Yon B Pelopor berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kondisi jembatan semakin stabil, sandaran telah kembali kokoh, serta akses penghubung antar desa dapat digunakan dengan lebih aman berkat sinergi antara Brimob dan masyarakat setempat.

Jembatan Ledagoba Nyaris Putus, Brimob Polda NTT Hadir Mengembalikan Akses dan Keselamatan Warga Sikka

Tribratanewssikka.com - Maunere, 7 Februari 2026 — Komitmen Korps Brigade Mobil (Brimob) Polda Nusa Tenggara Timur dalam mengabdi untuk masyarakat kembali dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Pada hari kedua pelaksanaan, Jumat (6/2/2026), personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT melanjutkan kegiatan perbaikan Jembatan Ledagoba yang berada di Desa Dobo, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka.

Jembatan Ledagoba merupakan akses penghubung vital antara Kampung Ledagoba, Desa Dobo, Kecamatan Mego dengan Kampung Ritagete, Desa Nangablo, Kecamatan Nita. 

Kondisi jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup serius, terutama pada bagian sandaran dan sling pengaman, menimbulkan potensi bahaya bagi masyarakat yang setiap hari menggantungkan aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan melalui jalur tersebut.

Berangkat dari kepedulian terhadap keselamatan warga, sebanyak empat personel Kompi 1 Yon B Pelopor diterjunkan langsung ke lokasi kegiatan. Kegiatan ini dipimpin oleh PS Danki 1 Kompi 1 Yon B Pelopor, IPTU I Wayan Sukadana, dengan dukungan satu unit truk operasional serta peralatan teknis seperti genset, mesin las, gerinda, dan perlengkapan pembuka baut.

 

Pelaksanaan kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WITA dan berlangsung hingga selesai. Pada hari kedua ini, fokus pekerjaan diarahkan pada tahap penguatan struktur pengaman jembatan, khususnya bagian sandaran atau railing yang sebelumnya patah, lepas, dan mengalami kerusakan berat. 

 

Personel Brimob melakukan penyambungan ulang railing, mengganti bagian yang sudah tidak layak pakai, serta memasang dan mengencangkan baut pada sambungan yang sebelumnya bergetar dan berpotensi membahayakan pengguna jembatan.

 

Tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi kuat antara Brimob dan masyarakat setempat. Warga secara sukarela ikut membantu pengumpulan material berupa papan dan kayu balok yang digunakan sebagai bantalan jembatan. Kolaborasi tersebut menjadi cerminan kemanunggalan Polri dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum demi kepentingan bersama.

 

Meski masih dihadapkan pada kendala berupa keterbatasan bahan pendukung yang harus dikumpulkan secara bertahap, secara umum progres perbaikan menunjukkan hasil yang signifikan. 

 

Besi sling jembatan yang sebelumnya putus telah berhasil disambung kembali, posisi jembatan kini berada dalam kondisi normal, dan sandaran jembatan telah kembali kokoh sehingga tingkat keamanan pengguna meningkat secara nyata.

 

Hingga laporan ini disampaikan, personel Kompi 1 Yon B Pelopor masih berada di lokasi kegiatan untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan maksimal serta jembatan benar-benar aman digunakan oleh masyarakat. 

 

Kehadiran Brimob di tengah warga bukan hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga memberikan harapan dan kepastian bahwa negara hadir hingga ke pelosok.

 

Kegiatan perbaikan jembatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Rencana Kerja Satbrimob Polda NTT Tahun 2026, sebagai wujud nyata pengabdian Polri dalam mendukung pembangunan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, Brimob Polda NTT menegaskan perannya tidak hanya sebagai satuan elit penjaga stabilitas keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang siap turun tangan membantu mengatasi kesulitan warga, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan. [Cm24]