Sinergi Nyata Aparat dan Jurnalis, Polsek Waigete–Polres Sikka Gandeng AWAS Hijaukan Sikka

Kegiatan penanaman 270 bibit mangrove dan Gerakan Pangan Murah dalam rangka HUT ke-12 AWAS di Desa Nangahale menjadi bukti nyata sinergi jurnalis, TNI-Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Sinergi Nyata Aparat dan Jurnalis, Polsek Waigete–Polres Sikka Gandeng AWAS Hijaukan Sikka
Polres Sikka Polda NTT dan AWAS Peduli Hijaukan Sikka, 270 Mangrove Ditanam di Nangahale Disertai Gerakan Pangan Murah

Tribratanewssikka.com - Maumere, 14 Februari 2026. Suasana pesisir Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Sabtu (14/2/2026) siang tampak berbeda dari biasanya. 

Di bawah Gerimisnya hujan, puluhan orang dari berbagai unsur – mulai dari jurnalis, aparat TNI-Polri, pemerintah desa, pelajar hingga masyarakat – bahu-membahu menanam bibit mangrove di kawasan hutan bakau setempat.

Kegiatan bertajuk “AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka” ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Aliansi Wartawan Sikka (AWAS). Momentum tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Sebanyak 270 bibit mangrove ditanam di sepanjang kawasan hutan bakau Nangahale. Penanaman ini menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem pesisir yang selama ini rentan terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim.

Ketua AWAS Sikka, Mario Sine, menegaskan bahwa jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat.

 

Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Sikka tidak hanya melalui tulisan dan pemberitaan, tetapi juga melalui tindakan nyata. Mangrove yang kita tanam hari ini adalah investasi ekologis untuk masa depan,” ujarnya.

 

Kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur penting, di antaranya Kasdim 1603 Sikka Mayor Cba Dominggus M. Atamani, Kapolsek Waigete AKP I Wayan Artawan, SH, Kepala Bulog Maumere Marthen Luther Sesa, Komisioner KPU Kabupaten Sikka, Kepala Desa Nangahale Sainudin, personel Polsek Waigete, Babinsa Koramil 1603-02 Talibura, anggota AWAS, siswa-siswi MTs Muhammad Dyah Alfatah Nangahale, serta masyarakat setempat.

 

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tidak hanya menanam, para peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya mangrove sebagai benteng alami pesisir, habitat biota laut, sekaligus penyerap karbon yang efektif.

 

Bagi masyarakat Nangahale, kegiatan ini menjadi penyemangat baru untuk terus menjaga kawasan bakau sebagai aset ekologis desa. Menariknya, peringatan HUT AWAS ke-12 tidak berhenti pada aksi lingkungan. Dalam semangat kepedulian sosial, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah hasil sinergi AWAS dan Perum Bulog Maumere.

 

Sebanyak 1.000 kilogram beras SPHP (200 karung @5 kg) dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 12.000 per kilogram, disertai penjualan bahan sembako lainnya. Program ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat di tengah dinamika ekonomi.

 

Warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut. Selain mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, mereka juga merasakan langsung kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi sosial ekonomi di desa.

 

Rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WITA itu berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Hingga berakhir pada pukul 13.00 WITA, situasi tetap aman dan kondusif.

 

Peringatan HUT ke-12 AWAS di Nangahale menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara jurnalis, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat mampu melahirkan gerakan yang berdampak nyata. Di satu sisi menghijaukan pesisir, di sisi lain menguatkan ketahanan pangan.

 

Mangrove yang tertanam bukan sekadar pohon. Ia adalah simbol harapan—bahwa kepedulian, jika dilakukan bersama, mampu menjaga Sikka tetap hijau, kuat, dan berdaya. [CM24]