Bangun Harapan dari Balik Jeruji, Polres Sikka Gelar Binroh Katolik bagi 14 Tahanan

Kegiatan Pembinaan Rohani (Binroh) Agama Katolik yang diselenggarakan Sat Tahti Polres Sikka merupakan wujud nyata pembinaan humanis yang mengedepankan penguatan mental, moral, dan spiritual para tahanan. Melalui pembinaan ini, diharapkan para tahanan memperoleh ketabahan dalam menghadapi proses hukum, semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, serta memiliki kesadaran dan komitmen untuk memperbaiki diri sehingga siap kembali menjadi anggota masyarakat yang taat hukum, berakhlak baik, dan bertanggung jawab.

Bangun Harapan dari Balik Jeruji, Polres Sikka Gelar Binroh Katolik bagi 14 Tahanan
Melalui Binroh Katolik, Polres Sikka Bangun Kesadaran Moral dan Spiritual Para Tahanan

Maumere, 10 Juli 2026. Tribratanewssikka.com - – Pembinaan terhadap para tahanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan disiplin dan pengamanan yang ketat, tetapi juga melalui sentuhan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual. Berangkat dari komitmen tersebut, Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Sikka kembali menggelar kegiatan Pembinaan Rohani (Binroh) Agama Katolik bagi para tahanan yang beragama Katolik di Rumah Tahanan Polres Sikka, Kamis (9/7/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 Wita hingga pukul 09.15 Wita tersebut dipimpin oleh Diakon Febronius Meni Subun, SVD, dan diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh 14 orang tahanan. Selama hampir satu jam, ruang tahanan yang sehari-hari identik dengan pembatasan kebebasan berubah menjadi ruang refleksi, doa, dan perenungan yang menghadirkan ketenangan batin bagi para peserta.

 

Dalam suasana yang penuh hikmat, para tahanan diajak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa bersama, pembacaan dan perenungan Sabda Tuhan, serta penyampaian pesan-pesan moral yang menekankan pentingnya pertobatan, kejujuran, tanggung jawab, pengampunan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para tahanan untuk melakukan evaluasi diri atas perjalanan hidup yang telah mereka lalui sekaligus membangun tekad untuk memperbaiki diri.

 

Diakon Febronius Meni Subun, SVD mengajak para peserta untuk tidak larut dalam penyesalan ataupun keputusasaan. Sebaliknya, masa penahanan hendaknya dipandang sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi, memperbaiki hubungan dengan Tuhan, keluarga, dan sesama, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih dewasa ketika kembali ke tengah masyarakat.

 

Pembinaan rohani merupakan salah satu hak dasar setiap warga binaan yang dijamin dalam proses pembinaan di rumah tahanan. Karena itu, Polres Sikka secara konsisten memfasilitasi kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual. Pendekatan ini diyakini mampu memberikan pengaruh positif dalam membentuk karakter, mengendalikan emosi, serta menumbuhkan kesadaran hukum dan moral para tahanan.

 

Kasat Tahti Polres Sikka IPTU Abdul Gani menegaskan bahwa pembinaan yang dilakukan kepada para tahanan tidak semata-mata bertujuan menjaga keamanan selama menjalani masa penahanan, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik. 

 

Melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah, memperbaiki kesalahan, dan menjalani kehidupan yang lebih bermartabat.

 

Kegiatan Binroh juga menjadi implementasi pendekatan Polri yang Presisi, yang menempatkan aspek kemanusiaan sebagai bagian penting dalam pelayanan kepolisian. Kehadiran pembimbing rohani di lingkungan rumah tahanan menjadi bukti bahwa proses penegakan hukum tidak mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Sebaliknya, hukum berjalan berdampingan dengan upaya pembinaan agar setiap individu memiliki peluang untuk bangkit dan memperbaiki masa depannya.

 

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di Rumah Tahanan Polres Sikka berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan disiplin dan penuh perhatian hingga kegiatan berakhir pada pukul 09.15 Wita.

 

Melalui pembinaan rohani yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Polres Sikka berharap para tahanan tidak hanya menjalani masa hukuman sebagai konsekuensi hukum atas perbuatannya, tetapi juga menjadikannya sebagai proses pembelajaran yang melahirkan kesadaran baru, memperkuat keimanan, memperbaiki karakter, dan menumbuhkan tekad untuk kembali menjadi pribadi yang bertanggung jawab, taat hukum, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga maupun masyarakat setelah bebas nantinya. [Cm24]