Apel Bendera Berujung Edukasi, Kasat Binmas Polres Sikka Polda NTT Gaungkan Sekolah Bebas Bullying
Kegiatan apel bendera dan sosialisasi anti bullying yang dipimpin Kasat Binmas Polres Sikka di SMAK St. Petrus Kewapante berjalan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, para pelajar dibekali pemahaman tentang disiplin, bijak bermedia sosial, pencegahan bullying, serta pentingnya menjaga kamtibmas, sehingga diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang sadar hukum, berakhlak baik, dan bertanggung jawab.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 2 Februari 2026. Dalam upaya membangun karakter generasi muda serta menanamkan kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat sejak usia dini, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Sikka melaksanakan kegiatan apel bendera bersama yang dirangkaikan dengan sosialisasi anti bullying di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin pagi, 26 Januari 2026, sekitar pukul 07.15 WITA, bertempat di SMAK St. Petrus Kewapante, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka. Apel bersama dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Sikka, AKP Donatus Paru, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup).
Kegiatan ini diikuti oleh para pelajar SMAK St. Petrus Kewapante beserta dewan guru, dengan suasana yang tertib, penuh perhatian, dan antusias. Sejak awal kegiatan, para siswa tampak mengikuti setiap rangkaian apel dan penyampaian materi dengan disiplin dan sikap yang baik.
Dalam amanatnya, AKP Donatus Paru menekankan pentingnya peran pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, mental, dan kepribadian yang kuat. Ia mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan disiplin sebagai pondasi utama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Lebih lanjut, Kasat Binmas juga memberikan penekanan khusus terkait penggunaan media sosial. Ia mengingatkan para pelajar agar bijak dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial, karena setiap unggahan, komentar, maupun tindakan di ruang digital memiliki konsekuensi hukum dan meninggalkan jejak digital yang tidak dapat dihapus.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan membangun. Apa yang adik-adik sampaikan hari ini, suatu saat bisa dimintai pertanggungjawaban. Jejak digital akan selalu ada,” tegasnya di hadapan para siswa.
Selain itu, AKP Donatus Paru juga mengimbau para pelajar agar senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat, serta mampu menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas). Ia mengingatkan agar para siswa selalu waspada terhadap potensi tindak pidana pencurian dengan menjaga barang-barang berharga seperti handphone dan perhiasan agar tidak memancing niat pelaku kejahatan.
Dalam kesempatan tersebut, isu bullying atau perundungan menjadi salah satu materi utama yang disampaikan. Kasat Binmas mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan Ikrar Pelajar sebagai pedoman dalam berperilaku sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
“Bullying bukan hanya melukai fisik, tetapi juga meninggalkan luka mental yang mendalam. Mari kita hentikan bersama dan jadikan sekolah sebagai tempat yang aman untuk belajar dan bertumbuh,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, para pelajar juga diajak untuk menjaga persatuan dan kesatuan, menghindari perbuatan tercela, serta fokus pada kegiatan belajar dan aktivitas positif lainnya sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, mental, dan kepribadian yang baik.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Sikka AIPTU Gabrielis Ivoni Making, Kaurmintu Sat Binmas Polres Sikka AIPDA Ridwan, Kanit Binmas Polsek Kewapante AIPDA Yosep Puri Koles, S.H., Bamin Sat Binmas BRIPDA Emanuel Rikardo, serta para guru SMAK St. Petrus Kewapante.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Sat Binmas Polres Sikka menggunakan 1 (satu) unit mobil dinas Sat Binmas. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 08.00 WITA dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terbentuk generasi muda Kabupaten Sikka yang berkarakter, sadar hukum, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya. [CM24]


