Wakapolres Sikka Pimpin Anev Mingguan, Percepatan Penyelesaian Kasus dan Peningkatan Patroli Jadi Penekanan Utama
Kegiatan Anev Mingguan Tingkat Polres Sikka berlangsung aman, tertib, dan lancar serta menghasilkan sejumlah evaluasi dan arahan strategis untuk meningkatkan kinerja seluruh jajaran. Wakapolres Sikka menekankan percepatan penyelesaian perkara, peningkatan patroli guna menekan angka kriminalitas, penguatan disiplin personel, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat sebagai langkah mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Sikka.
Maumere, 4 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com – Komitmen Polres Sikka dalam memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan internal kembali ditegaskan melalui Analisis dan Evaluasi (Anev) Mingguan Tingkat Polres Sikka yang digelar di Mako Polsek Nelle, Selasa (4/8/2026).

Forum evaluasi yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Sikka, KOMPOL Marselus Yugo Amboro, S.I.K., itu tidak hanya menjadi ajang penyampaian laporan rutin, tetapi juga membuka berbagai persoalan strategis yang masih menjadi pekerjaan rumah seluruh jajaran, mulai dari menurunnya capaian penyelesaian perkara, meningkatnya kasus pencurian, pengawasan terhadap peredaran narkoba, kesiapan pengamanan agenda masyarakat, hingga pembenahan disiplin personel dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 Wita dihadiri Kabag Ops AKP I Wayan Oka Deswanta, S.E., Kabag SDM AKP Susanto, S.E., Kabag Logistik AKP Michael D. Donis, para Kasat, Kasi, perwira staf, seluruh Kapolsek jajaran, serta KBO Intelkam Polres Sikka IPDA Kurd Anyelus Zay, S.H.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, sambutan Wakapolres, penyampaian hasil evaluasi minggu sebelumnya oleh Siwas, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari seluruh fungsi operasional yang menjadi tolok ukur capaian kinerja Polres Sikka selama satu pekan terakhir.
Dalam paparannya, Kabag Ops Polres Sikka AKP I Wayan Oka Deswanta, S.E. mengungkapkan bahwa capaian penyelesaian kriminalitas mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya tingkat penyelesaian perkara mencapai sekitar 82 persen, maka pada tahun 2026 baru berada pada kisaran 68 persen sehingga target penyelesaian perkara (Selra) belum dapat dicapai.
Data tersebut menjadi perhatian serius pimpinan karena menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah perkara yang membutuhkan percepatan penanganan. Selain itu, evaluasi juga menunjukkan bahwa meskipun kinerja Reserse Kriminal pada Mei 2026 mengalami peningkatan, namun pada Juni dan Juli kembali mengalami penurunan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kasus pencurian masih mendominasi angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Sikka, baik pencurian biasa maupun pencurian dengan pemberatan. Kondisi ini menjadi indikator bahwa upaya preventif melalui patroli maupun langkah represif melalui penegakan hukum harus terus ditingkatkan.
Di bidang lalu lintas, seluruh data kecelakaan lalu lintas telah dimasukkan ke dalam aplikasi DORS sebagai bentuk tertib administrasi dan pelaporan berbasis digital.
Sementara itu, KBO Reskrim Polres Sikka IPDA I Nyoman Ariasa menekankan pentingnya percepatan penyelesaian seluruh perkara pidana, khususnya tindak pidana pencurian.
Ia mengingatkan seluruh penyidik agar tidak membiarkan perkara menumpuk tanpa penyelesaian karena akan berdampak pada rendahnya capaian kinerja institusi sekaligus berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
Pada kesempatan yang sama, Kasat Narkoba IPTU Faisal Alang, S.H. melaporkan bahwa satuannya terus meningkatkan kegiatan penyelidikan dan penyidikan dengan memperketat pengawasan di berbagai titik rawan masuknya narkotika, seperti pelabuhan, bandara, tempat hiburan umum, sekolah-sekolah, hingga aktivitas jasa titip yang dinilai memiliki potensi dimanfaatkan sebagai jalur distribusi barang terlarang.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan dini guna menutup ruang gerak jaringan peredaran narkotika di Kabupaten Sikka. Paparan berikutnya disampaikan Kasat Polair AKP Dimas Yusuf yang melaporkan bahwa target penyelesaian tiga laporan polisi di lingkungan Satpolair telah menunjukkan perkembangan positif, di mana dua laporan telah berhasil dituntaskan dan satu laporan lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Menanggapi laporan tersebut, Wakapolres Sikka menyampaikan penegasan dari Kapolres Sikka agar seluruh ruang pemeriksaan, baik di tingkat Polres maupun seluruh Polsek jajaran, wajib dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Kebijakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi proses penyidikan, memberikan perlindungan hukum bagi penyidik maupun masyarakat, sekaligus memperkuat akuntabilitas pelayanan kepolisian.
Selain itu, seluruh Kapolsek juga diperintahkan mempersiapkan data tunggakan perkara selama tiga tahun terakhir sebagai bahan evaluasi pada pelaksanaan Anev minggu berikutnya. Pada sektor intelijen keamanan, Kasat Intelkam IPTU I Nyoman Suwasta melalui KBO Intelkam menyampaikan sejumlah perkembangan situasi yang memerlukan perhatian seluruh jajaran.
Salah satunya adalah rencana melintasnya rombongan kendaraan bermotor besar (Moge) di wilayah Kabupaten Sikka. Para Kapolsek yang wilayah hukumnya akan dilalui rombongan diminta memastikan keberadaan personel di mako agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal apabila sewaktu-waktu rombongan berhenti atau membutuhkan bantuan kepolisian.
Selain itu disampaikan pula bahwa hingga saat ini terdapat 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Kabupaten Sikka. Untuk sektor kebutuhan masyarakat, kondisi stok LPG dan BBM dilaporkan masih aman dan terkendali sehingga belum ditemukan potensi kelangkaan.
Namun demikian, konflik lahan Hak Guna Usaha (HGU) Nangahale di Kecamatan Waigete masih menjadi perhatian karena belum memperoleh penyelesaian yang komprehensif dan memerlukan pemantauan secara berkelanjutan.
Pada bidang pembinaan personel, Bag SDM melalui IPDA Rosyudi Mangge, S.Psi. mengingatkan seluruh pejabat utama dan Kapolsek agar segera memastikan seluruh anggota menyelesaikan pengisian SIPK Semester I yang masih tertunggak.
Disampaikan pula bahwa sebanyak 60 personel Polres Sikka dijadwalkan mengikuti Usulan Kenaikan Pangkat pada Desember 2026 sehingga seluruh persyaratan administrasi harus dipersiapkan sejak dini. Bag SDM juga menyoroti pelaksanaan Samapta Jasmani yang menjadi salah satu temuan pemeriksaan karena belum dilaksanakan secara optimal.
Selain itu masih terdapat 24 personel yang belum mengisi aplikasi E-Mental dan E-Rohani, sehingga seluruh pimpinan diminta lebih aktif melakukan pengawasan terhadap anggotanya. Tidak hanya itu, seluruh Bhabinkamtibmas juga diwajibkan terus melaporkan perkembangan program ketahanan pangan secara berjenjang sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program prioritas pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut juga diinformasikan bahwa Polres Sikka mendapat tanggung jawab sebagai pelaksana Seksi Renungan Suci pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Di bidang kehumasan, Kasi Humas IPDA Leonardus Tungga, S.M. menyampaikan adanya isu yang berkembang mengenai dugaan penjualan BBM oleh oknum anggota Polri. Menurutnya, informasi tersebut telah dilaporkan kepada pimpinan dan dikoordinasikan bersama Seksi Propam. Humas Polres Sikka juga telah menyiapkan bahan klarifikasi sebagai bentuk respons cepat terhadap isu yang berkembang di tengah masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat merugikan institusi.
Selanjutnya, Kasi Propam AKP Somba Say mengingatkan seluruh personel agar menjaga integritas, meningkatkan kedisiplinan, serta menghindari segala bentuk pelanggaran disiplin maupun kode etik yang dapat mencoreng nama baik institusi Polri.
Sementara itu, Kasubsi Opsnal Siwas AIPDA Ngurah melaporkan hasil audit Itwasum Polri terhadap Satker Polres Sikka yang menemukan sepuluh temuan, terdiri atas dua temuan bidang operasional, empat temuan Garku, tiga temuan logistik, dan satu temuan bidang SDM.
Selain audit internal tersebut, dalam waktu dekat Polres Sikka juga akan menghadapi penilaian maladministrasi oleh Tim Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur terhadap seluruh pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Wakapolres Sikka KOMPOL Marselus Yugo Amboro, S.I.K. memberikan arahan yang menjadi penekanan utama dalam Anev Mingguan. Beliau menegaskan bahwa setiap kejadian, sekecil apa pun, wajib segera dilaporkan kepada pimpinan sehingga dapat diambil langkah cepat dan tepat. Setiap kendala dalam penyelesaian perkara juga harus disampaikan secara terbuka agar memperoleh solusi bersama.
Secara khusus, Wakapolres menyoroti masih tingginya angka kasus pencurian di wilayah hukum Polres Sikka. Oleh karena itu, seluruh jajaran Polres maupun Polsek diperintahkan meningkatkan intensitas patroli, memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat, mengoptimalkan kegiatan preventif, serta mempercepat penyelesaian seluruh perkara pidana yang masih tertunggak.
Menurutnya, Anev Mingguan bukan sekadar forum pelaporan, melainkan instrumen pengendalian organisasi yang sangat penting untuk memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai target, memperbaiki kelemahan yang masih ada, memperkuat koordinasi antarsatuan fungsi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan evaluasi yang dilakukan secara konsisten, Polres Sikka diharapkan mampu membangun organisasi yang semakin profesional, modern, transparan, dan dipercaya masyarakat dalam menjaga keamanan serta memberikan kepastian hukum. Kegiatan Analisis dan Evaluasi Mingguan Tingkat Polres Sikka berakhir pada pukul 11.30 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. [Cm24]


