Terombang-ambing di Laut Lepas, Dua Nelayan Asal Paga Akhirnya Ditemukan Selamat di Perairan Alor
Dua nelayan asal Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut akibat kerusakan perahu dan cuaca buruk, akhirnya ditemukan selamat oleh masyarakat di perairan Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor. Keduanya kini dalam kondisi aman dan sementara ditampung di rumah Kepala Desa Kiraman, serta direncanakan akan dipulangkan ke Desa Paga pada Senin, 2 Februari 2026, melalui koordinasi lintas pemerintah dan unsur masyarakat.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 02 Februari 2026 – Harapan keluarga akhirnya berbuah lega. Setelah berhari-hari dinyatakan hilang dan menjadi pusat perhatian masyarakat pesisir Kabupaten Sikka, dua orang nelayan asal Desa Paga, Kecamatan Paga, yang sebelumnya hanyut di laut saat mencari ikan, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, pada Sabtu (31/1/2026).
Kedua nelayan tersebut masing-masing bernama Anwar Mahmud (35) dan Norisius Sapa (31). Keduanya ditemukan oleh nelayan setempat dalam kondisi sangat lemas, setelah perahu kecil yang mereka tumpangi terombang-ambing berhari-hari di laut lepas akibat mengalami kerusakan mesin di tengah cuaca buruk.
Peristiwa ini bermula pada Minggu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WITA, ketika Anwar Mahmud dan Norisius Sapa berangkat melaut menggunakan perahu motor berwarna putih-kuning dengan mesin diesel 3,5 PK. Tujuan mereka adalah menuju rompong milik Anwar Mahmud, lokasi yang biasa digunakan untuk mencari ikan di perairan sekitar Kecamatan Paga.
Namun sekitar pukul 17.00 WITA, perahu yang mereka gunakan mengalami musibah. Baling-baling perahu patah dan terlepas, bersamaan dengan kondisi angin kencang dan gelombang laut tinggi. Dalam kondisi tak berdaya, perahu tersebut akhirnya hanyut mengikuti arus laut, membawa kedua nelayan menjauh dari perairan Paga.
Sejak saat itu, keberadaan keduanya tidak diketahui, memicu kekhawatiran keluarga serta masyarakat setempat, hingga dilakukan berbagai upaya pencarian.
Harapan baru muncul pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WITA. Kepala Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Bapak Yo Yarid Mahalai, menerima laporan dari warganya terkait adanya sebuah perahu kecil yang terombang-ambing di perairan Desa Kiraman.
Di dalam perahu tersebut, terdapat dua orang yang tidak dikenal dalam kondisi sangat lemah dan membutuhkan pertolongan segera. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Desa Kiraman bersama warga setempat langsung menuju lokasi menggunakan perahu motor.
“Setelah kami evakuasi ke darat, kedua orang tersebut langsung kami beri makan dan minum. Kondisi mereka sangat lemas,” ungkap Kepala Desa Kiraman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan video call.
Setelah kondisi keduanya mulai membaik, warga setempat mencoba menanyakan identitas dan asal-usul mereka. Dari keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa kedua orang tersebut adalah nelayan asal Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Adapun identitas lengkap kedua nelayan tersebut adalah: Anwar Mahmud, laki-laki, 35 tahun, agama Islam, pekerjaan nelayan, WNI, beralamat di Watuwawi, RT/RW 019/009, Kelurahan Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Norisius Sapa, laki-laki, 31 tahun, agama Katolik, pekerjaan nelayan, beralamat di Sagandona, RT/RW 023/011, Kelurahan Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.
Saat ini, kedua nelayan tersebut sementara ditampung di rumah Kepala Desa Kiraman, sembari menunggu proses pemulangan ke kampung halaman.
Informasi penemuan ini pertama kali diterima keluarga melalui Sdr. Alan Samsudin, yang kemudian menghubungi salah satu warga Alor yang merupakan Kepala Desa di lokasi penemuan. Pihak keluarga bahkan sempat melakukan komunikasi langsung via telepon dengan Kepala Desa Kiraman serta kedua nelayan yang ditemukan.
Kabar tersebut sontak disambut haru oleh keluarga, khususnya istri kedua nelayan, yakni Ibu Yosiana Albertina Wonga Oma (istri Norisius Sapa) dan Ibu Nurhayati Saleh (istri Anwar Mahmud), yang selama beberapa hari terakhir diliputi kecemasan akan keselamatan suami mereka.
Terkait proses pemulangan, Kepala Desa Kiraman menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Paguyuban Maumere di Kabupaten Alor, Dinas Sosial, serta Pemerintah Kabupaten Alor. “Rencana awal, pemulangan akan dilaksanakan pada Senin, 2 Februari 2026, menuju Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka,” jelasnya.
Di sisi lain, keluarga korban di Paga juga telah melakukan koordinasi internal serta berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Paga dan Pemerintah Kecamatan Paga. Selanjutnya, koordinasi akan diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Sikka, untuk memfasilitasi proses pemulangan bersama pihak terkait di Kabupaten Alor.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi nelayan tradisional, terutama saat melaut dengan peralatan terbatas dan menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Meski berakhir selamat, pengalaman hanyut berhari-hari di laut tentu menjadi trauma tersendiri bagi para korban dan keluarga.
Kini, doa dan harapan masyarakat Paga tertuju pada kelancaran proses pemulangan, agar kedua nelayan tersebut dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat dan selamat. [CM24]


