“Patroli Presisi Polres Sikka Sisir Eks Pasar Geliting, Kawasan Rawan Kamtibmas Dipastikan Kondusif”
Pelaksanaan Patroli Presisi Piket SPKT Polres Sikka bersama Piket Fungsi berhasil menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di sejumlah titik rawan dalam wilayah hukum Polres Sikka. Melalui pendekatan humanis, personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, khususnya kalangan anak muda, untuk menjauhi minuman keras, menjaga ketertiban umum, serta memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan kehadiran kepolisian. Kehadiran patroli pada jam-jam rawan menjadi langkah preventif yang efektif dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 4 Juni 2026 – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada malam hingga dini hari, jajaran Piket SPKT Polres Sikka bersama Piket Fungsi menggelar Patroli Presisi dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Sikka, Rabu malam (03/06/2026) hingga Kamis dini hari.

Patroli yang dipimpin Pamapta I Polres Sikka, IPDA Hendrikus Parus, S.Fil., itu bergerak sejak pukul 21.45 Wita, menyisir ruas-ruas jalan strategis, kawasan pemukiman, hingga titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul kelompok anak muda pada malam hari.
Langkah preventif ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara melalui institusi kepolisian di tengah masyarakat, sekaligus mempersempit ruang munculnya potensi gangguan keamanan seperti konsumsi minuman keras, perkelahian antar kelompok, aksi premanisme, hingga tindak kriminalitas jalanan.
Di tengah suasana malam Kota Maumere yang mulai lengang, kendaraan patroli Polres Sikka bergerak menyusuri Jalan Raja Centis Maumere, Jalan Cakalang, hingga Jalan Pelabuhan tepatnya di kawasan Kampung Buton, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, sekitar pukul 22.00 Wita.
Pada titik pertama patroli, personel menemukan sekelompok anak muda yang masih berkumpul di pinggir jalan. Tidak sekadar hadir melakukan pengawasan, aparat kepolisian memilih pendekatan humanis namun tegas. Imbauan kamtibmas disampaikan secara langsung agar para pemuda tersebut tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat memicu gangguan keamanan lingkungan.
Petugas mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap aman dan kondusif, terutama dengan menghindari konsumsi minuman keras yang selama ini kerap menjadi pemantik persoalan sosial dan tindak kriminal di malam hari.
Pendekatan persuasif tersebut menjadi bagian dari strategi Patroli Presisi, di mana kehadiran polisi tidak semata berorientasi pada penindakan, tetapi juga pencegahan dini melalui edukasi dan komunikasi langsung dengan masyarakat. Tak berhenti di sana, sekitar pukul 22.35 Wita, tim patroli kembali bergerak menuju Jalan Sugiyopranoto, Jalan Eltari, hingga kawasan Jalan Wairklau di Kelurahan Kota Uneng.
Di lokasi ini, personel patroli kembali mendapati sejumlah anak muda yang masih nongkrong di tepi jalan pada larut malam. Dengan pendekatan dialogis, petugas memberikan peringatan agar tidak mengonsumsi minuman keras maupun melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan. Polisi juga meminta mereka untuk kembali ke rumah masing-masing demi mencegah munculnya potensi gangguan keamanan pada jam-jam rawan.
Menariknya, patroli kali ini tidak hanya berhenti pada imbauan keamanan. Personel Polres Sikka turut mengedukasi masyarakat mengenai layanan darurat Call Center 110, yang dapat diakses kapan saja apabila warga membutuhkan kehadiran aparat kepolisian secara cepat.
Pesan sederhana namun penting itu menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat—bahwa aparat keamanan bukan hanya hadir ketika persoalan terjadi, melainkan juga siap menjadi mitra warga dalam menjaga lingkungan tetap aman. Menjelang pukul 22.55 Wita, patroli berlanjut ke Jalan Gajah Mada dan Jalan Lingkar Luar, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur.
Pada lokasi tersebut, personel kembali menemukan sekelompok pemuda yang berkumpul di depan salah satu bengkel milik warga. Kepada mereka, aparat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam suasana yang berlangsung cair namun penuh kewaspadaan, aparat mengingatkan bahwa tindakan kecil yang diabaikan pada malam hari acap kali berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar apabila tidak dicegah sejak dini. Imbauan untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 Polres Sikka juga kembali disampaikan, sebagai bentuk penguatan akses masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
Memasuki dini hari, tepat pukul 00.55 Wita, tim patroli bergerak menuju Eks Pasar Giting di Kecamatan Kewapante, salah satu titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan pada malam hari. Di lokasi ini, Piket SPKT Polres Sikka bersinergi dengan Piket SPKT Polsek Kewapante guna memastikan kondisi keamanan tetap terkendali. Penyisiran dilakukan secara menyeluruh pada area yang dianggap rawan gangguan kamtibmas.
Hasil pemantauan menunjukkan situasi di kawasan tersebut terpantau aman, terkendali, dan tidak ditemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan masyarakat. Rangkaian kegiatan Patroli Presisi Polres Sikka akhirnya berakhir pada pukul 01.25 Wita. Secara umum, situasi wilayah hukum Polres Sikka selama patroli berlangsung terpantau aman dan kondusif.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah malam yang sunyi bukan sekadar rutinitas pengamanan. Lebih dari itu, patroli menjadi pesan kuat bahwa ruang publik tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan, terlebih pada jam-jam rawan yang rentan memunculkan gesekan sosial maupun tindak kriminalitas.
Di saat sebagian besar masyarakat terlelap, personel kepolisian tetap bergerak dalam senyap—menyisir jalan, menyapa warga, memberi imbauan, sekaligus memastikan bahwa rasa aman tetap hadir di tengah masyarakat.
“Polri hadir bukan hanya saat masalah terjadi, tetapi memastikan potensi gangguan dicegah sebelum berkembang,” menjadi semangat yang tercermin dari pelaksanaan patroli malam tersebut. [Cm24]


