Panen Jagung di Desa Gera Jadi Bukti Nyata Dukungan Polres Sikka untuk Ketahanan Pangan Nasional

Kegiatan panen jagung Program Ketahanan Pangan Tahun 2026 di Dusun Gera I, Desa Gera, Kecamatan Mego, berjalan aman dan kondusif dengan pendampingan langsung Bhabinkamtibmas Desa Gera, AIPTU Dewa Gd Swijana. Dari lahan seluas 0,5 hektare milik Blasius Nita diperoleh hasil panen sebanyak 1,6 ton jagung. Hasil panen belum maksimal akibat metode tumpang sari, tingginya curah hujan, dan kurangnya pemupukan, namun kegiatan ini tetap mencerminkan komitmen petani serta dukungan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Panen Jagung di Desa Gera Jadi Bukti Nyata Dukungan Polres Sikka  untuk Ketahanan Pangan Nasional
Lahan 0,5 Hektare Hasilkan 1,6 Ton Jagung, Semangat Petani Gera Sikka Tetap Menyala

Tribratanewssikka.com - Maumere, 9 Mei 2026. Pada Jumat, 8 Mei 2026, suasana kebersamaan dan semangat ketahanan pangan tampak begitu kuat di Dusun Gera I, Desa Gera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka. 

Di tengah hamparan lahan pertanian milik warga, Bhabinkamtibmas Desa Gera, AIPTU Dewa Gd Swijana, turun langsung melaksanakan monitoring sekaligus pendampingan kegiatan panen jagung hari terakhir pada lahan Program Ketahanan Pangan Tahun 2026 milik warga binaannya.

 

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.30 WITA tersebut menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif mendukung sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. 

 

Kehadiran Bhabinkamtibmas di area pertanian warga mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan motivasi serta semangat bagi petani untuk terus produktif di tengah berbagai tantangan pertanian yang dihadapi.

 

Lahan pertanian yang dipanen tersebut merupakan milik Blasius Nita, warga Dusun Gera I, Desa Gera, Kecamatan Mego. Pada musim tanam kali ini, petani menggunakan bibit Jagung Hibrida Bisi 18 yang dipadukan dengan jagung lokal sebanyak 5 kilogram. Penanaman dilakukan sejak 18 Desember 2025 dengan masa panen mencapai 131 hari pada luas lahan sekitar 0,5 hektare.

 

Dari hasil ubinan panen terakhir, lahan tersebut mampu menghasilkan sekitar 1,6 ton jagung. Namun demikian, hasil panen dinilai belum maksimal akibat sejumlah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman selama masa produksi. 

 

Salah satu penyebab utama adalah metode penanaman tumpang sari bersama tanaman padi yang menyebabkan pertumbuhan jagung kurang optimal. Selain itu, tingginya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir turut mempengaruhi kualitas tanaman, diperparah dengan keterbatasan pemupukan selama proses budidaya berlangsung.

 

Meski hasil panen belum mencapai target maksimal, kegiatan ini tetap menjadi gambaran nyata perjuangan para petani dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan di wilayah pedesaan. 

 

Di tengah cuaca yang tidak menentu dan keterbatasan sarana pertanian, para petani tetap berupaya mempertahankan produktivitas lahan demi menopang kebutuhan ekonomi keluarga sekaligus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

 

Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Gera juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat. Kehadiran aparat di sektor pertanian dinilai mampu membangun rasa aman, meningkatkan semangat kerja petani, serta mendorong terciptanya stabilitas sosial di wilayah pedesaan.

 

Selama seluruh rangkaian kegiatan panen berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan laporan pelaksanaan kegiatan di lapangan. [Cm24]