"Menjaga Nurani di Balik Seragam: Polres Sikka Perkuat Mental dan Spiritual Personel”
Pembinaan rohani rutin menjadi fondasi penting dalam membentuk personel Polri yang tidak hanya profesional dan disiplin, tetapi juga memiliki keimanan, integritas, moral, serta keteguhan hati dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
Maumere, 16 July 2026. Tribratanewssikka.com — Di balik seragam dan kewenangan yang melekat pada setiap anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, terdapat tanggung jawab besar yang tidak hanya menuntut kecakapan profesional, ketegasan, dan keberanian, tetapi juga membutuhkan kekuatan moral serta keteguhan spiritual.

Kesadaran itulah yang terus dibangun jajaran Polres Sikka melalui pelaksanaan kegiatan pembinaan rohani bagi personel Polsek Kewapante, Polsek Bola, dan Polsek Waigete, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara rutin setiap hari Kamis tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan internal institusi Polri. Di tengah tuntutan tugas kepolisian yang semakin kompleks, pembinaan rohani ditempatkan sebagai salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter personel yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki integritas, kejujuran, kedisiplinan, serta keteguhan iman.
Bagi institusi Polri, kekuatan personel tidak semata-mata diukur dari kemampuan menghadapi ancaman, mengendalikan situasi, maupun menyelesaikan berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat. Lebih dari itu, kekuatan sejati seorang anggota Polri juga terletak pada kemampuan mengendalikan diri, menjaga hati nurani, menjunjung tinggi etika, serta tetap berdiri tegak di atas nilai-nilai moral ketika menjalankan kewenangan yang diberikan negara.
Di Polsek Kewapante, kegiatan pembinaan rohani dilaksanakan sejak pukul 08.00 Wita bertempat di Mako Polsek Kewapante, Jalan Wairwerut Nomor 01, Dusun Namangjawa, Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Bagbinreligi Rowatpers SSDM Polri secara virtual melalui Zoom Meeting dalam program pembinaan rohani mandiri. Seluruh personel Polsek Kewapante mengikuti kegiatan tersebut sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
Kapolsek Kewapante IPTU Chairil Syafar bersama para Kanit dan seluruh anggota turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pembinaan rohani berlangsung dalam suasana tertib dan penuh kekhidmatan hingga berakhir pada pukul 09.00 Wita.
Pelaksanaan pembinaan rohani tersebut menjadi momentum penting bagi personel untuk sejenak memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa sekaligus melakukan refleksi terhadap tanggung jawab besar yang diemban sebagai anggota Polri.
Sementara itu, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh seluruh personel Polsek Bola. Bertempat di Mako Polsek Bola, personel mengikuti pembinaan rohani sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing, meliputi agama Islam, Katolik, dan Protestan.
Berbeda keyakinan, namun berada dalam satu semangat pengabdian. Itulah pesan penting yang tercermin dalam pelaksanaan pembinaan rohani tersebut. Perbedaan agama tidak menjadi sekat dalam membangun soliditas, kedisiplinan, dan pengabdian sebagai anggota Polri.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara mandiri dan diikuti oleh setiap personel Polsek Bola. Pembinaan rohani diarahkan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperkuat ketaatan beribadah, meningkatkan kualitas perilaku, serta membentuk kepribadian anggota Polri agar semakin baik dalam kehidupan kedinasan maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
Tidak kalah penting, personel Polsek Waigete juga melaksanakan kegiatan pembinaan rohani pada waktu yang sama. Kegiatan berlangsung di Mako Polsek Waigete, Jalan Raya Trans Maumere–Larantuka, Desa Egon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Waigete mengikuti pembinaan rohani secara virtual melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Bagbinreligi Rowatpers SSDM Polri.
Seluruh personel mengikuti kegiatan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Kegiatan tersebut berlangsung hingga pukul 09.00 Wita dan berjalan dengan tertib, aman, lancar, serta dalam situasi yang kondusif.
Pembinaan rohani yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah Polsek jajaran Polres Sikka tersebut memperlihatkan bahwa pembentukan kualitas personel tidak hanya dilakukan melalui latihan fisik, pendidikan kedinasan, maupun peningkatan kemampuan teknis kepolisian.
Ada aspek yang jauh lebih mendasar, yakni pembentukan karakter. Sebab, kemampuan tanpa moral dapat kehilangan arah. Kewenangan tanpa integritas dapat menjadi ancaman. Sementara keberanian tanpa ketakwaan dapat kehilangan kendali.
Karena itu, pembinaan rohani menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kekuatan profesi dan kekuatan nurani. Setiap personel Polri dituntut untuk mampu bersikap tegas ketika hukum harus ditegakkan, namun tetap humanis ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dan pelayanan.
Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, anggota Polri dituntut untuk mampu menghadapi berbagai persoalan dengan kepala dingin, hati yang bersih, serta sikap yang berlandaskan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
Pembinaan rohani diharapkan mampu menjadi benteng pribadi bagi setiap personel dalam menghadapi berbagai tantangan tugas. Dengan keimanan dan ketakwaan yang kuat, anggota Polri diharapkan mampu menghindari perilaku yang menyimpang, menjaga kehormatan institusi, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Lebih dari sekadar agenda mingguan, kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi pembentukan karakter dan integritas personel. Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan polisi yang mampu bertindak cepat, tetapi juga membutuhkan polisi yang mampu bertindak benar. Masyarakat tidak hanya membutuhkan aparat yang kuat, tetapi juga membutuhkan aparat yang memiliki hati nurani. Dan di titik itulah pembinaan rohani menemukan makna strategisnya.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara rutin, Polres Sikka terus membangun fondasi personel yang diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika profesi, menghormati nilai kemanusiaan, serta senantiasa menyadari bahwa setiap kewenangan yang dimiliki merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Rangkaian kegiatan pembinaan rohani di Polsek Kewapante, Polsek Bola, dan Polsek Waigete berlangsung dengan tertib, aman, lancar, dan situasi tetap kondusif. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan satu pesan penting: bahwa membangun Polri yang kuat tidak cukup hanya dengan memperkuat kemampuan operasional. Polri juga harus dibangun dari dalam—dengan memperkuat mental, moral, integritas, dan spiritual setiap personelnya.
Karena pada akhirnya, kualitas pelayanan seorang anggota Polri kepada masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas karakter yang ada di dalam dirinya dan dari ruang-ruang pembinaan rohani itulah, fondasi pengabdian tersebut terus ditempa. [Cm24]


