Final Sepak Bola Pelajar Sikka Berlangsung Meriah, Polres Sikka Pastikan Situasi Tetap Kondusif

Final Turnamen Sepak Bola Pelajar Nian Tana PSSI Kabupaten Sikka berlangsung meriah, penuh sportivitas dan sarat gengsi. SMAK Frater Maumere keluar sebagai juara putri, sementara SMAK John Paul II sukses menaklukkan SMANSA B melalui drama adu penalti pada partai final putra.

Final Sepak Bola Pelajar Sikka Berlangsung Meriah, Polres Sikka Pastikan Situasi Tetap Kondusif
Gelora Samador Membara! Drama Adu Penalti Antar SMAK John Paul II dan SMAK Frater Maumere ke Singgasana Juara Turnamen Pelajar Nian Tana PSSI Sikka

Tribratanewssikka.com - Maumere, 11 Mei 2026. Atmosfer Lapangan Gelora Samador Maumere, Minggu sore (10/05/2026), berubah menjadi lautan semangat dan gemuruh dukungan ribuan penonton saat partai puncak Turnamen Final Sepak Bola Pelajar Nian Tana PSSI Kabupaten Sikka resmi digelar. 

Turnamen bergengsi antar pelajar tingkat SMA dan SMAK se-Kabupaten Sikka itu bukan sekadar pertandingan olahraga biasa, melainkan panggung pembuktian bakat, sportivitas, dan gengsi antar sekolah yang berlangsung penuh tensi dan emosional.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 Wita di Lapangan Gelora Samador, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka tersebut berlangsung meriah dan dipadati para pelajar, official tim, guru pendamping hingga masyarakat pecinta sepak bola yang datang memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masing-masing.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sikka Bpk. Juventus Prima Yoris Kago, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Sikka Bpk. Stefanus Sumandi, S.Fil., Ketua Askab PSSI Kabupaten Sikka Bpk. Yosep Nong Soni, perwakilan Ketua KONI Kabupaten Sikka Bpk. Marthen Luther Adji, S.E., Kadis PKO Kabupaten Sikka Bpk. Patrisius Pederiko, S.Pt., para pimpinan OPD Kabupaten Sikka, para manager dan official tim peserta, serta siswa-siswi SMA dan SMAK se-Kabupaten Sikka.

 

Partai final putri menjadi pembuka jalannya laga puncak. Pertandingan antara SMAK Frater Maumere melawan SMAN 2 Maumere berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim tampil menyerang dan memperlihatkan permainan disiplin dengan semangat juang tinggi. Sorak-sorai penonton terus menggema mengiringi jalannya pertandingan yang berlangsung ketat hingga babak akhir.

 

Ketegangan memuncak ketika laga harus ditentukan melalui drama adu penalti. Dalam situasi penuh tekanan itu, para pemain SMAK Frater Maumere tampil lebih tenang dan sukses memastikan kemenangan dengan skor 3–2. Kemenangan tersebut langsung disambut luapan kegembiraan para pemain dan suporter yang memenuhi tribun lapangan.

 

Tidak hanya menyuguhkan pertandingan sepak bola yang kompetitif, panitia juga menghadirkan nuansa budaya yang kental melalui penampilan tarian adat kreasi dari gabungan siswa-siswi SMA dan SMAK se-Kabupaten Sikka. 

 

Penampilan itu sukses memukau tamu undangan dan masyarakat yang hadir, sekaligus menjadi simbol bahwa olahraga dan budaya dapat berjalan berdampingan dalam memperkuat identitas generasi muda Nian Tana.

 

Memasuki agenda sambutan, Ketua Askab PSSI Kabupaten Sikka menegaskan pentingnya pembinaan sepak bola usia dini dan pelajar sebagai fondasi lahirnya talenta-talenta sepak bola daerah yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi. 

 

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sikka dan perwakilan KONI Kabupaten Sikka memberikan apresiasi terhadap semangat sportivitas para peserta serta dukungan semua pihak yang turut menyukseskan turnamen tersebut.

 

Bupati Sikka dalam sambutannya menyampaikan bahwa turnamen pelajar bukan hanya ajang mencari juara, namun menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda melalui disiplin, kerja sama, solidaritas, dan mental kompetitif yang sehat. Ia juga berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan guna melahirkan atlet-atlet potensial dari Kabupaten Sikka.

 

Puncak kemeriahan terjadi saat partai final putra mempertemukan SMANSA B melawan SMAK John Paul II. Pertandingan berlangsung panas dan sarat gengsi sejak menit awal. Kedua tim tampil ngotot dengan pola permainan cepat dan saling menekan demi merebut supremasi sepak bola pelajar Kabupaten Sikka.

 

Sorakan ribuan pendukung terus mengguncang Gelora Samador setiap kali peluang tercipta. Adu strategi, duel fisik, dan determinasi tinggi mewarnai pertandingan yang berjalan dalam tensi tinggi namun tetap menjunjung sportivitas.

 

Laga final akhirnya kembali harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim gagal memastikan kemenangan di waktu normal. Dalam momen penuh tekanan itu, para algojo SMAK John Paul II tampil lebih efektif dan berhasil mengunci kemenangan dengan skor 4–2.

 

Kepastian kemenangan tersebut langsung disambut gegap gempita para suporter dan pemain SMAK John Paul II yang merayakan keberhasilan mereka menaklukkan partai final penuh drama. Sementara para pemain SMANSA B tetap menunjukkan sikap sportif meski harus puas berada di posisi runner-up.

 

Sebagai penutup kegiatan, panitia melaksanakan seremoni penyerahan trofi dan penghargaan kepada sekolah dan tim yang berhasil meraih prestasi dalam turnamen tersebut. Momen itu berlangsung penuh haru dan kebanggaan, menjadi penegas bahwa kompetisi bukan hanya tentang kemenangan, melainkan juga tentang perjuangan, persaudaraan, dan semangat membangun masa depan generasi muda melalui olahraga.

 

Seluruh rangkaian kegiatan Turnamen Final Sepak Bola Pelajar Nian Tana PSSI Kabupaten Sikka berakhir pada pukul 19.00 Wita dalam keadaan aman, tertib dan lancar. 

 

Kehadiran unsur pemerintah daerah, insan olahraga, aparat keamanan, serta antusiasme ribuan pelajar menjadi bukti nyata bahwa sepak bola tetap menjadi magnet pemersatu dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Sikka. [Cm24]