Dari Tanah Wailiti Tumbuh Harapan: Polsek Alok Polres Sikka Polda NTT Kawal Program 1 Lahan untuk Indonesia Tangguh

Kegiatan pemantauan dan pendampingan Program 1 Lahan di Kelurahan Wailiti menunjukkan komitmen nyata Polres Sikka Polda NTT dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional. Sinergi antara Bhabinkamtibmas, kelompok tani, dan pemerintah setempat berjalan baik, ditandai dengan keberhasilan panen ketimun serta kesiapan petani untuk terus bekerja sama.

Dari Tanah Wailiti Tumbuh Harapan: Polsek Alok Polres Sikka Polda NTT Kawal Program 1 Lahan untuk Indonesia Tangguh
Bhabinkamtibmas Polsek Alok Polres Sikka Polda NTT Dampingi Panen Ketimun, Program 1 Lahan di Wailiti Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Tribratanewssikka.com - Maumere, 12 Februari 2026 – Komitmen Polres Sikka Polda NTT dalam mendukung Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia terus diwujudkan secara nyata hingga ke tingkat desa dan kelurahan. 

Melalui Program 1 Lahan/Pekarangan Tanaman Makanan Bergizi, Polsek Alok, Polres Sikka, kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendampingi masyarakat petani guna memperkuat kemandirian pangan lokal.

 

Pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 13.00 WITA, Bhabinkamtibmas Kelurahan Wailiti, AIPDA Hironimus Taji Werang, melaksanakan pemantauan sekaligus pendampingan terhadap Kelompok Tani Bumbu RJ yang mengelola lahan pertanian seluas ±1,8 hektare di Jalan Don Slipi, RT 023/RW 007, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

 

Lahan tersebut merupakan milik Bapak Panti Daus dan telah bersertifikat, yang saat ini dikontrakkan kepada Kelompok Tani Bumbu RJ di bawah kepemimpinan Ketua Kelompok, Ramsi. 

 

Dengan pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Wailiti, Helena Hensi, kelompok ini secara konsisten mengembangkan budidaya tanaman ketimun sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis serta mendukung kebutuhan pangan masyarakat.

 

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas tidak sekadar melakukan monitoring, tetapi juga memberikan motivasi dan penguatan kepada para petani agar terus meningkatkan keterampilan serta pengetahuan dalam mengelola lahan secara efektif, efisien, dan ramah lingkungan. 

 

Penggunaan pupuk seperti Urea dan NPK serta pengendalian hama dengan Lanate 40 SP, Lavitrin, dan Remazole-P dilakukan secara terukur guna menjaga kualitas produksi.

 

Momentum kunjungan tersebut juga bertepatan dengan kegiatan panen ketimun yang hasilnya langsung dipersiapkan untuk dipasarkan ke Pasar Alok. Aktivitas panen berlangsung dengan penuh semangat, mencerminkan optimisme petani terhadap hasil kerja keras mereka.

 

Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas menjadi bukti bahwa Polsek Alok Polres Sikka hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan mitra strategis masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui sektor pertanian.

 

Kelompok Tani Bumbu RJ menyambut baik kehadiran serta perhatian yang diberikan oleh Polsek Alok Polres Sikka. Mereka menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sebagai bagian dari kontribusi nyata masyarakat terhadap pembangunan bangsa.

 

Namun demikian, para petani juga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, khususnya dalam kemudahan akses terhadap pupuk dan obat-obatan pengendali hama. Dukungan tersebut dinilai sangat penting guna menjaga kesinambungan produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.

 

Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga pukul 14.30 WITA berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya mempererat hubungan kemitraan, tetapi juga menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama.

 

Program 1 Lahan/Pekarangan Tanaman Makanan Bergizi di Kelurahan Wailiti menjadi contoh konkret bahwa kolaborasi antara Posek Alok Polres Sikka Polda NTT pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan dampak positif yang nyata. 

 

Dari lahan yang digarap dengan kesungguhan, tumbuh harapan akan kemandirian pangan, kesejahteraan petani, dan stabilitas sosial yang semakin kokoh.

 

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, langkah kecil di lahan pertanian Wailiti ini menjadi bagian dari gerakan besar menjaga ketahanan bangsa — dimulai dari tanah yang diolah dengan tekun, dipanen dengan harapan, dan dipasarkan untuk kesejahteraan bersama.[CM24]