Dari Dapur SPPG Koting, Gizi Sehat Mengalir ke Ribuan Anak Sikka, Dikawal Ketat Polres Sikka Polda NTT

Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Koting dan Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, pada Selasa (27/1/2026) berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran. Program ini menjangkau 2.267 penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, guru, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kegiatan dilaksanakan oleh Dapur SPPG Koting Yayasan Garuda Bakti Flores dengan pengawasan aparat kepolisian, serta memberikan dampak positif baik bagi pemenuhan gizi masyarakat maupun pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Dari Dapur SPPG Koting, Gizi Sehat Mengalir ke Ribuan Anak Sikka, Dikawal Ketat Polres Sikka Polda NTT
Ribuan Pelajar hingga Balita di Koting–Nelle Terima Program Makan Bergizi Gratis, Polres Sikka Pastikan Penyaluran Aman dan Tepat Sasar

Tribratanewssikka.com - Maumere, 27 Januari 2026 – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) kembali merealisasikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Kabupaten Sikka, program strategis nasional ini disalurkan kepada 2.267 penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kecamatan Koting dan Kecamatan Nelle, Selasa (27/1/2026).

Penyaluran MBG tersebut dipusatkan melalui Dapur SPPG Koting yang dikelola oleh Yayasan Garuda Bakti Flores, beralamat di Desa Koting A, Kecamatan Koting. Sejak pukul 08.00 WITA, paket makanan bergizi mulai didistribusikan ke berbagai sekolah dan posyandu dengan pengawalan serta monitoring ketat dari aparat kepolisian guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

 

Program MBG ini menyasar kelompok rentan dan strategis, mulai dari peserta didik tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP, serta guru, balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui). Berdasarkan pemetaan terbaru BGN, jumlah penerima manfaat mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya 1.555 orang menjadi 2.267 orang, mencerminkan meluasnya jangkauan program di wilayah pedesaan.

 

Dapur SPPG Koting sendiri berada di bawah tanggung jawab Drs. Sabinus Nabu selaku pemilik yayasan. Operasional harian dipimpin oleh Yoseph Elfrid Baga Bata sebagai Kepala SPPG, dengan dukungan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) Maria Kristina serta tenaga ahli gizi Agnes Grestelina Filina Gobang. Seluruh proses penyusunan menu hingga distribusi dilakukan sesuai standar gizi dan ketentuan teknis dari BGN.

 

Di Kecamatan Koting, penyaluran MBG menjangkau sepuluh satuan pendidikan, di antaranya SMP Asusila Koting, SDK Koting I, SDK Gehak, SDI Koting, hingga TKK Marja Pia Mastena. Sementara di Kecamatan Nelle, manfaat program dirasakan oleh puluhan lembaga pendidikan dan posyandu, termasuk SMP Yohanes Nelle, SDK Delang, SDI Keduwaer, serta berbagai PAUD dan posyandu yang melayani balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

 

Selain fokus pada kualitas gizi penerima manfaat, keberadaan Dapur SPPG Koting juga memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Tercatat, dapur tersebut mempekerjakan 43 orang karyawan lokal, seluruhnya berdomisili di sekitar lokasi dapur. Untuk menunjang kelancaran distribusi, yayasan mengoperasikan dua unit kendaraan roda empat yang telah memenuhi standar kelayakan dan keamanan sesuai ketentuan BGN.

 

Pendistribusian MBG direncanakan berlangsung enam hari kerja setiap pekan, mulai Senin hingga Sabtu, sehingga kesinambungan asupan gizi bagi penerima manfaat dapat terjaga secara konsisten. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat monitoring langsung dari Kanit Intelkam Polsek Nelle, Aiptu Syamsudiman, guna mengantisipasi potensi kendala di lapangan serta memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif.

 

Hingga kegiatan berakhir pada pukul 11.10 WITA, penyaluran Program Makan Bergizi Gratis berjalan lancar, aman, dan terkendali tanpa ditemukan hambatan berarti. Kehadiran aparat kepolisian dalam proses monitoring menjadi bentuk dukungan nyata Polres Sikka terhadap program nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

 

Program MBG diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

 

Dengan sinergi antara pemerintah, penyelenggara, dan aparat keamanan, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sikka menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara efektif hingga ke tingkat akar rumput. [Cm24]