"Bangun Generasi Sadar Hukum, Sat Binmas Polres Sikka Ajak Pelajar Jadi Pelopor Kamtibmas"

Kegiatan pembinaan yang dilaksanakan Sat Binmas Polres Sikka menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam membangun kesadaran hukum sejak dini di kalangan pelajar. Melalui edukasi tentang Kamtibmas, literasi digital, serta penguatan kemitraan dengan masyarakat, diharapkan lahir generasi muda yang bijak, sadar hukum, dan mampu menjadi pelopor dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing.

Bangun Kesadaran Hukum Sejak Dini, Sat Binmas Polres Sikka Cetak Pelajar sebagai Pelopor Kamtibmas dan Penangkal Kejahatan Digital

Tribratanewssikka.com – Maumere, 14 Juli 2026 — Membangun keamanan tidak cukup hanya mengandalkan aparat kepolisian. Kesadaran hukum harus ditanamkan sejak usia dini agar lahir generasi muda yang mampu menjadi benteng pertama dalam menjaga ketertiban di lingkungan sekitarnya. Berangkat dari semangat tersebut, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Sikka kembali turun langsung ke tengah pelajar melalui kegiatan Himbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang digelar di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA itu bukan sekadar penyampaian pesan-pesan kamtibmas. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan Polri dengan generasi muda dalam membangun kesadaran hukum, memperkuat karakter kebangsaan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.

 

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, Polres Sikka memandang pembinaan terhadap pelajar sebagai langkah strategis untuk mencegah lahirnya berbagai bentuk pelanggaran hukum sejak dini. Pelajar dinilai memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu membawa pengaruh positif, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

 

Dalam penyampaian materi, personel Sat Binmas mengajak para pelajar untuk tidak menjadi penonton dalam menjaga keamanan, melainkan tampil sebagai pelopor Kamtibmas yang berani menolak segala bentuk perilaku yang bertentangan dengan hukum. Mulai dari aksi perundungan (bullying), perkelahian antarpelajar, penyalahgunaan minuman keras, perjudian, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Petugas juga menekankan bahwa menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara Polri, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, dan para pelajar menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta bebas dari pengaruh negatif.

 

Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah literasi digital. Personel Sat Binmas mengingatkan para pelajar agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial. Mereka diminta untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, menghindari penyebaran berita bohong (hoaks), tidak terlibat dalam ujaran kebencian maupun provokasi, serta menggunakan media sosial sebagai sarana edukasi dan pengembangan diri.

 

Selain itu, para pelajar juga dibekali pemahaman mengenai berbagai modus kejahatan siber yang kini semakin marak terjadi. Mulai dari penipuan berkedok hadiah, investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga penyalahgunaan data pribadi yang banyak menyasar kalangan muda melalui berbagai platform digital. Edukasi tersebut diberikan agar para pelajar memiliki kemampuan mengenali sekaligus menghindari berbagai bentuk kejahatan digital yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.

 

Tidak hanya menyampaikan edukasi kepada kalangan pelajar, personel Sat Binmas juga mengingatkan pentingnya penyelesaian setiap persoalan sosial melalui pendekatan musyawarah. Dalam hal sengketa perdata, seperti persoalan tanah, masyarakat diimbau mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan dengan melibatkan pemerintah setempat maupun lembaga adat sebagai bagian dari kearifan lokal yang telah lama menjadi budaya masyarakat Kabupaten Sikka.

 

Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan solusi yang lebih damai, menghindari konflik berkepanjangan, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

 

Sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik, Sat Binmas turut menyosialisasikan Call Center 110 Polres Sikka yang dapat diakses masyarakat secara cepat dan mudah apabila membutuhkan bantuan kepolisian ataupun ingin melaporkan adanya gangguan keamanan.

 

Dalam kesempatan itu, personel Sat Binmas juga menjelaskan berbagai tugas dan fungsi Polri yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan upaya preventif melalui pembinaan, penyuluhan, edukasi, dan kemitraan bersama masyarakat. Polri, tegas petugas, senantiasa membuka diri terhadap kritik, saran, maupun masukan dari masyarakat sebagai bagian dari komitmen mewujudkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis, transparan, dan dipercaya masyarakat.

 

Para pelajar kemudian diajak membangun budaya peduli terhadap lingkungan sekitar. Mereka didorong untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun tindakan yang mengarah pada tindak pidana. Kesadaran kolektif semacam ini diyakini menjadi modal utama dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

 

Kegiatan pembinaan tersebut dihadiri oleh Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, Kaurmintu Aipda Ridwan, Bamin Bripka Vera Hehanusa, serta Bamin Bripda Emanuel Rikardo yang secara bergantian memberikan materi, edukasi, dan motivasi kepada para peserta.

 

Selama kegiatan berlangsung, para pelajar terlihat antusias mengikuti setiap sesi penyuluhan dan diskusi. Interaksi yang terjalin berlangsung hangat dan komunikatif, mencerminkan semakin eratnya hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.30 WITA dalam situasi aman, tertib, dan kondusif.

 

Melalui kegiatan ini, Polres Sikka menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan preventif melalui edukasi dan pembinaan masyarakat. Sebab, keamanan yang kokoh tidak hanya lahir dari penegakan hukum yang tegas, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga ketertiban bersama.

 

Di tangan generasi muda yang sadar hukum, bijak memanfaatkan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, masa depan keamanan Kabupaten Sikka diyakini akan semakin kuat. Karena sejatinya, membangun Kamtibmas bukan hanya tugas Polri, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. [An17]