"96 Peserta Ikuti Penutupan Youth Camp GPdI, Polres Sikka Pastikan Kegiatan Berlangsung Aman Hingga Berakhir.
Pelaksanaan hari ketiga sekaligus penutupan Musyawarah Wilayah dan Youth Camp GPdI Wilayah XX Flores Bagian Timur/Lembata Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar berkat sinergi yang baik antara panitia, peserta, dan Polres Sikka. Pengamanan yang profesional dan humanis memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan kondusif, sekaligus mencerminkan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman bagi masyarakat.
Tribratanewssikka.com – Maumere, 26 Juni 2026 – Komitmen Polres Sikka dalam menjamin keamanan setiap kegiatan masyarakat kembali dibuktikan melalui pengamanan maksimal pada hari ketiga sekaligus penutupan Musyawarah Wilayah dan Youth Camp GPdI Wilayah XX Flores Bagian Timur/Lembata Tahun 2026.

Berkat sinergi yang solid antara aparat keamanan, panitia, dan seluruh peserta, rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Gereja GPdI Sola Gratia Maumere dan Lapangan SMKS Budi Luhur Maumere, Jalan Diponegoro, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Kamis (25/6/2026), berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh nuansa persaudaraan.

Sejak fajar menyingsing, aktivitas di lokasi kegiatan telah dimulai. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh agenda yang telah disusun panitia hingga berakhir pada malam hari. Di balik kelancaran tersebut, personel Polres Sikka hadir memberikan rasa aman melalui pengamanan yang profesional dan humanis, sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana tanpa adanya gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.

Musyawarah Wilayah dan Youth Camp yang berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juni 2026, merupakan agenda strategis Majelis Wilayah GPdI XX Flores Bagian Timur/Lembata dalam membina generasi muda gereja sekaligus memperkuat konsolidasi pelayanan. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Keputusan Majelis Wilayah GPdI XX Flores Bagian Timur/Lembata Nomor: 02/MW/GPdI/XX/II/2025 tentang Penyelenggaraan Kemah Pemuda/Remaja dan Musyawarah Kerja Wilayah GPdI XX Flores Bagian Timur/Lembata.
Mengangkat tema "Awakening: Kebangkitan dan Kesadaran Spiritual Pemuda Kristen", kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum musyawarah organisasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan spiritual, serta peningkatan kualitas kepemimpinan generasi muda Kristen. Selama tiga hari, para peserta dibekali berbagai materi rohani, pembinaan kepemimpinan, diskusi pelayanan, hingga kegiatan kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan antarjemaat dari berbagai daerah di Flores Bagian Timur dan Lembata.
Hari terakhir diawali dengan ibadah pagi pada pukul 05.30 Wita yang berlangsung penuh kekhusyukan. Suasana doa dan pujian menjadi pembuka seluruh aktivitas sebelum peserta mengikuti sarapan bersama pada pukul 07.00 Wita. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan semakin terasa ketika seluruh peserta duduk bersama menikmati santapan pagi sembari berbagi pengalaman dan refleksi atas perjalanan tiga hari pelaksanaan Youth Camp.
Memasuki pukul 08.00 Wita, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi pelaksanaan kegiatan serta penyampaian komitmen pelayanan. Pada sesi ini, para peserta diajak merefleksikan seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kemah rohani. Mereka juga menyatakan tekad untuk menjadi pribadi yang semakin bertumbuh dalam iman, mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi gereja maupun lingkungan sekitarnya.
Suasana haru dan penuh semangat mewarnai sesi tersebut. Banyak peserta mengaku memperoleh pengalaman berharga yang memperkuat panggilan pelayanan mereka. Kebersamaan lintas daerah yang terjalin selama kegiatan juga menjadi modal penting dalam membangun jejaring pelayanan pemuda GPdI di wilayah Flores Bagian Timur dan Lembata.
Sebanyak 96 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari tujuh jemaat GPdI, yakni GPdI Sola Gratia Maumere sebanyak 19 orang, GPdI Elsadday Larantuka sebanyak 24 orang, GPdI Gloria Adonara sebanyak 14 orang, GPdI Mawar Saron Ende sebanyak 10 orang, GPdI Imanuel Mbay sebanyak 13 orang, GPdI Maranatha Bajawa sebanyak 11 orang, dan GPdI Nazareth Borong sebanyak 5 orang. Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda GPdI untuk terus bertumbuh dalam iman sekaligus memperkuat persatuan di lingkungan gereja.
Di balik suksesnya pelaksanaan kegiatan, Polres Sikka memainkan peran penting dalam memastikan situasi keamanan tetap kondusif. Pengamanan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor: Sprin/393/VI/PAM.3.3/2026 tanggal 22 Juni 2026. Sejumlah personel diterjunkan untuk melakukan pengamanan terbuka maupun tertutup, pengawasan di sekitar lokasi kegiatan, pengaturan arus lalu lintas, serta pemantauan terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas.
Selama pelaksanaan pengamanan, personel Polres Sikka tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan yang humanis. Kehadiran polisi di tengah peserta memberikan rasa nyaman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Polri. Situasi yang aman memungkinkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan yang berarti.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara aparat kepolisian, panitia penyelenggara, tokoh agama, serta seluruh peserta mampu menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif. Semangat kebersamaan yang dibangun selama kegiatan menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkokoh persatuan masyarakat di Kabupaten Sikka.
Seluruh rangkaian Musyawarah Wilayah dan Youth Camp GPdI Wilayah XX Flores Bagian Timur/Lembata Tahun 2026 resmi berakhir pada pukul 23.00 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun insiden yang menghambat jalannya kegiatan.
Keberhasilan tersebut menjadi cerminan hadirnya negara melalui Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Di sisi lain, suksesnya penyelenggaraan kegiatan keagamaan ini juga menunjukkan bahwa semangat toleransi, kebersamaan, dan kolaborasi yang terbangun di Kabupaten Sikka terus menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.
Polres Sikka menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mengawal setiap agenda kemasyarakatan, keagamaan, maupun kepemudaan secara profesional, humanis, dan Presisi. Melalui pengamanan yang optimal, Polres Sikka berharap setiap kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman sehingga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, serta menjadi agen perdamaian dan persatuan di Kabupaten Sikka [An17]


