2.700 Pohon Tomat di Nita Dipantau Jajaran Polres Sikka, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Bersama
Kegiatan monitoring dan pendampingan yang dilakukan Kanit Binmas Polsek Nita berjalan aman dan kondusif serta mendapat respons positif dari masyarakat. Upaya ini efektif dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan bibit, kurangnya pendampingan PPL, dan minimnya obat hama yang perlu mendapat perhatian bersama.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 25 Maret 2026 – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Kali ini, Kanit Binmas Polsek Nita, AIPDA Fransiskus Hubertus, turun langsung ke lahan pertanian milik warga di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Rabu (25/3/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA tersebut difokuskan pada monitoring dan pendampingan tanaman hortikultura berupa tomat yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya swasembada pangan.
Di atas lahan seluas kurang lebih 30 x 50 meter persegi milik Ibu Aurelia Varianti, tumbuh sekitar 2.700 pohon tomat yang kini telah memasuki usia tanam 45 hari. Tanaman tersebut dirawat menggunakan pupuk NPK Phonska serta obat hama jenis Danke, dengan seluruh kebutuhan bibit dan pupuk dipenuhi secara swadaya oleh pemilik lahan.
Dalam kunjungannya, AIPDA Fransiskus Hubertus tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan pendampingan serta edukasi kepada pemilik lahan terkait pengelolaan pertanian yang baik, efektif, dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani lokal dalam mengoptimalkan potensi pekarangan sebagai sumber pangan bergizi.
“Pendampingan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Kami ingin memastikan masyarakat dapat mengelola lahannya dengan baik serta memperoleh hasil yang maksimal,” ungkapnya di sela kegiatan.
Selain itu, ia juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian, sekaligus memperkuat sinergi antara warga, Bhabinkamtibmas, dan pemerintah desa setempat.
Respons positif pun datang dari masyarakat. Pemilik lahan bersama warga sekitar menyambut baik kehadiran dan perhatian Polri dalam mendukung kegiatan pertanian. Mereka menyatakan siap untuk terus bekerja sama dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi, di antaranya keterbatasan ketersediaan bibit, belum adanya pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta minimnya ketersediaan obat pembasmi hama daun dan buah.
Kendala tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun instansi terkait, guna memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan di tingkat desa.
Secara keseluruhan, kegiatan monitoring dan pendampingan ini berjalan dengan aman dan kondusif. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan menuju Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat. [Cm24]


