“Polsek Alok Polres Sikka Pastikan Konser Amal SMAK Frateran–Stasi Wailiti Berlangsung Aman dan Kondusif”

Bersatu dalam Harmoni, Menyatukan Kepedulian untuk Pelayanan Umat

“Polsek Alok Polres Sikka Pastikan Konser Amal SMAK Frateran–Stasi Wailiti Berlangsung Aman dan Kondusif”
Konser Amal SMAK Frateran Maumere–Stasi Wailiti Berhasil Himpun Dana Pembangunan Aula Gereja

Tribratanewssikka.com - Maumere, 15 Juni 2026 — Gemerlap cahaya malam berpadu dengan alunan musik, lantunan pujian, dan semangat kebersamaan mewarnai halaman Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Wailiti, Minggu (14/6/2026). 

Dalam suasana penuh kekeluargaan dan kepedulian, Konser Amal kolaborasi antara SMAK Frateran Maumere dan Stasi St. Fransiskus Xaverius Wailiti sukses digelar sebagai upaya penggalangan dana untuk pembangunan Aula Gereja yang kelak diharapkan menjadi pusat pelayanan dan pembinaan umat.

 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.00 Wita di halaman Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Wailiti, Jalan Wailiti–Magepanda, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka itu tidak sekadar menghadirkan pertunjukan hiburan. 

 

Lebih dari itu, konser amal tersebut menjelma menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan semangat solidaritas, nilai pelayanan, dan kekuatan gotong royong dalam satu panggung kebersamaan.

 

Mengusung tema “Bersatu Dalam Harmoni, Bersatu Untuk Pelayanan”, kegiatan ini menjadi refleksi nyata tentang bagaimana seni, iman, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan demi sebuah tujuan bersama. 

 

Tema tersebut terasa hidup dalam setiap rangkaian acara, ketika para siswa, umat, panitia, dan masyarakat hadir tanpa sekat, melebur dalam satu semangat membangun rumah pelayanan bagi umat Stasi Wailiti.

 

Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Pastor Paroki St. Maria Magdalena Nangahure, RP. Wilhelmus Lae, CP., Lurah Wailiti Maria Anita Yuniati, S.IP., para donatur, partisipan, panitia pelaksana, umat Stasi St. Fransiskus Xaverius Wailiti, serta tamu undangan lainnya yang memenuhi lokasi kegiatan sejak petang hari.

 

Sejak awal kegiatan dibuka, suasana kehangatan langsung terasa. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan permohonan berkat atas jalannya kegiatan. 

 

Ketua panitia kemudian menyampaikan sambutan sekaligus laporan pelaksanaan kegiatan, menguraikan tujuan konser amal sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam mendukung pembangunan Aula Gereja Stasi Wailiti.

 

Momentum kebersamaan semakin menguat ketika Kepala Sekolah SMAK Frateran Maumere menyampaikan sambutan yang menegaskan pentingnya pendidikan karakter berbasis kepedulian sosial. 

 

Kolaborasi yang terbangun, tidak hanya dimaknai sebagai partisipasi sekolah dalam sebuah kegiatan sosial, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran nyata bagi para siswa tentang nilai pengabdian, solidaritas, dan semangat memberi kepada sesama.

 

Puncak pembukaan kegiatan ditandai dengan sambutan Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Wailiti yang sekaligus secara resmi membuka konser amal tersebut. Dalam nuansa penuh harapan, pembangunan aula gereja dipandang sebagai kebutuhan penting guna menunjang aktivitas pastoral, pembinaan iman, pertemuan umat, serta berbagai kegiatan sosial-keagamaan di masa mendatang.

 

Namun, malam itu bukan hanya tentang pidato dan harapan. Panggung konser berubah menjadi ruang ekspresi yang hidup, meriah, sekaligus menyentuh. Berbagai penampilan seni berhasil menyedot perhatian para hadirin yang memadati halaman gereja.

 

Paduan suara siswa SMAK Frateran Maumere membuka suguhan dengan harmonisasi vokal yang memukau, menghadirkan suasana khidmat sekaligus penuh semangat. Tarian tradisional kemudian tampil memikat, membawa warna budaya lokal yang kaya makna di tengah atmosfer konser amal.

 

Tak berhenti di situ, gitar ansambel dan penampilan Band Smater turut menghidupkan suasana malam dengan alunan musik yang enerjik dan menggugah antusiasme penonton. Kreativitas generasi muda kembali mendapat panggung melalui tarian kreasi Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Wailiti dan modern dance yang tampil atraktif, memperlihatkan semangat muda yang berpadu dengan nilai pelayanan.

 

Kemegahan panggung semakin terasa melalui penampilan MGB Band Smater, sementara sesi pelelangan acara menghadirkan momen penuh antusiasme sekaligus menjadi bagian penting dalam penggalangan dana. Kehangatan suasana semakin lengkap dengan pembagian door prize dari Filosi Maumere, yang disambut antusias para peserta dan umat yang hadir.

 

Di balik gemerlap panggung dan riuh tepuk tangan malam itu, tersimpan tujuan besar yang menjadi denyut utama kegiatan. Dari hasil konser amal tersebut, panitia berhasil menghimpun dana sebesar Rp5.750.000. Dana itu akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan Aula Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Wailiti—sebuah fasilitas yang diharapkan menjadi ruang pembinaan, pelayanan pastoral, pertemuan umat, serta wadah penguatan kebersamaan komunitas gerejani.

 

Hingga kegiatan berakhir pada pukul 23.00 Wita, situasi tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Seluruh rangkaian acara mendapat pemantauan dari Unit Intelkam Polsek Alok guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga selama kegiatan berlangsung.

 

Keberhasilan konser amal ini menjadi penanda bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Ketika pendidikan, iman, seni, dan kepedulian dipertemukan dalam satu gerak bersama, lahirlah kekuatan kolektif yang bukan hanya menghadirkan hiburan, melainkan juga menghadirkan harapan.

 

Di tengah tantangan pembangunan fasilitas pelayanan umat, konser amal ini seakan menegaskan satu pesan sederhana namun kuat: bahwa rumah pelayanan tidak hanya dibangun dengan batu dan semen, melainkan juga dengan kebersamaan, ketulusan, dan tangan-tangan yang rela memberi demi masa depan pelayanan yang lebih baik bagi umat Stasi Wailiti. [Cm24]