Polres Sikka Siaga Penuh, Pembukaan Nusra Youth Day III Berlangsung Kondusif di Tengah Ribuan Peserta

Pembukaan Nusra Youth Day (NYD) III Tahun 2026 di Stadion Gelora Samador, Maumere, berlangsung aman, tertib, dan sukses dengan dihadiri sekitar 2.000 peserta dari berbagai keuskupan se-Regio Bali dan Nusa Tenggara. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat iman, persaudaraan, kepemimpinan, serta semangat kebangsaan Orang Muda Katolik, sekaligus mencerminkan sinergi yang baik antara panitia, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan. Seluruh rangkaian acara berakhir dalam situasi kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas.

Polres Sikka Siaga Penuh, Pembukaan Nusra Youth Day III Berlangsung Kondusif di Tengah Ribuan Peserta
Ribuan Orang Muda Katolik Padati Gelora Samador, Nusra Youth Day III Resmi Dibuka di Maumere, Meneguhkan Persaudaraan, Iman, dan Semangat Indonesia Emas

Maumere, 3 Juli 2026. Tribratanewssikka.com – Stadion Gelora Samador Maumere bergemuruh oleh nyanyian pujian, lantunan doa, tarian budaya, dan semangat persaudaraan ketika sekitar 2.000 Orang Muda Katolik (OMK) dari sembilan keuskupan se-Regio Bali dan Nusa Tenggara memadati arena pembukaan Nusra Youth Day (NYD) III Tahun 2026, Kamis (2/7/2026). 

Perhelatan akbar kaum muda Katolik itu tidak sekadar menjadi agenda pastoral Gereja, tetapi juga menjelma menjadi ruang perjumpaan lintas budaya, penguatan karakter, serta peneguhan komitmen generasi muda dalam merawat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

 

Sejak siang hari, denyut Kota Maumere berubah menjadi lautan warna. Ribuan peserta yang mengenakan busana adat khas daerah masing-masing bergerak dari Lapangan Kota Baru menuju Stadion Gelora Samador dalam sebuah Pawai Budaya yang memancarkan kekayaan tradisi Nusantara. 

 

Iringan musik tradisional, tarian daerah, yel-yel kontingen, serta sambutan hangat masyarakat di sepanjang jalan menghadirkan suasana penuh sukacita sekaligus memperlihatkan wajah Indonesia yang beragam namun tetap bersatu.

 

Kehadiran ribuan kaum muda dari Keuskupan Maumere, Agung Ende, Larantuka, Ruteng, Agung Kupang, Labuan Bajo, Weetebula, Denpasar, dan Atambua menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan lintas wilayah tetap hidup dan tumbuh kuat. 

 

Di tengah derasnya arus digitalisasi, perubahan sosial, hingga berbagai tantangan moral yang dihadapi generasi muda, Nusra Youth Day hadir sebagai ruang pembinaan yang mengajak kaum muda untuk tetap berpijak pada nilai-nilai iman, kemanusiaan, toleransi, dan cinta tanah air.

 

Pembukaan kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Yang Mulia Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Uskup Keuskupan Maumere, didampingi para uskup se-Regio Bali Nusra serta ratusan imam. Perayaan berlangsung khidmat dan menjadi fondasi spiritual seluruh rangkaian kegiatan Nusra Youth Day III.

 

Momentum pembukaan semakin istimewa dengan kehadiran para gembala Gereja Katolik dari berbagai keuskupan, yakni Yang Mulia Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD (Uskup Agung Ende), Yang Mulia Mgr. Maksimus Regus (Uskup Labuan Bajo), Yang Mulia Mgr. Edmund Woga, CSSR (Uskup Weetebula), Yang Mulia Mgr. Yohanes Hans Monteiro (Uskup Larantuka), serta Yang Mulia Mgr. Ewaldus Martinus Sedu selaku Uskup Keuskupan Maumere. Hadir pula para imam, biarawan, biarawati, jajaran Forkopimda Kabupaten Sikka, tokoh masyarakat, panitia, relawan, dan masyarakat umum yang memenuhi stadion.

 

Pada sesi Opening Ceremony, suasana berubah semakin semarak. Lagu Indonesia Raya menggema mengawali rangkaian acara, disusul doa bersama, sambutan Ketua Panitia, Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), hingga sambutan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, S.H., yang menyampaikan pesan penuh semangat kepada seluruh Orang Muda Katolik.

 

Dalam pidatonya, Bupati Sikka menegaskan bahwa masa depan Gereja dan bangsa sedang dibentuk oleh tangan generasi muda hari ini. Menurutnya, Orang Muda Katolik bukan sekadar generasi penerus, melainkan generasi penentu yang akan menentukan arah perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

 

Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti menjadikan iman sebagai simbol di altar Gereja, tetapi menghadirkannya dalam tindakan nyata di sekolah, kampus, dunia usaha, birokrasi, ruang digital, hingga kehidupan bermasyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan apabila diisi oleh generasi yang berkarakter, berintegritas, berdaya saing, sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

 

Menurutnya, investasi terbesar sebuah daerah bukanlah semata-mata pembangunan fisik berupa jalan, gedung, maupun pelabuhan, melainkan pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai moral. Oleh karena itu, ia berharap Nusra Youth Day mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan identitas budaya maupun nilai-nilai kemanusiaan.

 

Puncak acara ditandai dengan pembukaan resmi Nusra Youth Day III Regio Bali Nusra oleh Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Penyambutan, lagu tema Nusra Youth Day III, pertunjukan seni budaya dari seluruh kontingen, hingga yel-yel penuh semangat yang menggema di Stadion Gelora Samador. Keberagaman budaya yang ditampilkan menjadi simbol bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan yang memperkaya persaudaraan.

 

Memasuki malam hari, seluruh peserta menikmati makan malam bersama sebagai simbol kebersamaan sebelum mengikuti hiburan, rekreasi, dan doa malam yang menjadi penutup rangkaian pembukaan. Kebersamaan yang terbangun sepanjang hari memperlihatkan bahwa Nusra Youth Day bukan sekadar festival kaum muda, melainkan ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, spiritualitas, dan solidaritas lintas budaya.

 

Di balik kemeriahan tersebut, jajaran Polres Sikka melaksanakan pengamanan secara maksimal berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor Sprin/407/VI/PAM.3.3./2026. Seluruh personel diterjunkan melalui pola pengamanan terbuka dan tertutup, diawali apel kesiapan pengamanan dan diakhiri apel konsolidasi. Pengamanan juga didukung oleh unsur TNI, pemerintah daerah, Satpol PP, Dinas Perhubungan, panitia, dan relawan sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib.

 

Arus lalu lintas selama pelaksanaan pawai budaya maupun kegiatan di Stadion Gelora Samador dapat dikendalikan dengan baik. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun kejadian menonjol sepanjang berlangsungnya kegiatan. Situasi kamtibmas tetap aman, tertib, lancar, dan kondusif hingga seluruh peserta kembali ke lokasi penginapan masing-masing sekitar pukul 21.40 Wita.

 

Pembukaan Nusra Youth Day III Tahun 2026 akhirnya tidak hanya menjadi seremoni pembuka sebuah kegiatan gerejawi, tetapi juga menjadi panggung besar yang memperlihatkan wajah toleransi, persaudaraan, serta optimisme generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa. 

 

Dari Maumere, semangat Orang Muda Katolik Bali dan Nusa Tenggara bergema, membawa harapan bahwa masa depan Indonesia akan dibangun oleh generasi yang beriman, berkarakter, mencintai keberagaman, dan siap mengabdi bagi Gereja, masyarakat, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. [Cm24]