Melintasi Laut Menuju Palue, Satpolairud Sikka Lakukan Pengawalan Perjalanan Jokowi Widodo

Pengamanan dan pengawalan kunjungan Presiden RI ke-7 Ir. H. Joko Widodo dari Maumere hingga Pulau Palue berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Sinergi personel Satpolairud Polres Sikka dan Polres Ende memastikan seluruh rangkaian perjalanan darat hingga penyeberangan laut berlangsung terkoordinasi tanpa gangguan menonjol.

Melintasi Laut Menuju Palue, Satpolairud Sikka Lakukan Pengawalan Perjalanan Jokowi Widodo
Pengamanan Kunjungan Jokowi ke Palue, Satpolairud Polres Sikka Kawal Rombongan Lewat Jalur Laut

Maumere, 17 September 2026. Tribratanewssikka.com — Pengamanan kunjungan Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo, di wilayah terdampak pascagempa bumi dan agenda penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Sikka mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian, khususnya jajaran Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Sikka.

Pengamanan tidak hanya berlangsung di jalur darat. Ketika rombongan bergerak menuju wilayah kepulauan, personel Satpolairud Polres Sikka mengambil peran penting dalam memastikan perjalanan laut berlangsung aman, tertib, dan terkendali.

 

Pengamanan dan pengawalan tersebut berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, dengan salah satu titik kegiatan berada di Pelabuhan Nanganio, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende. Dari lokasi tersebut, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pulau Palue menggunakan KM. Candition.

 

Sekitar pukul 13.10 WITA, rombongan tiba di Bandara Frans Seda Maumere. Setelah persiapan, rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Pelabuhan Nanganio.

 

Perjalanan darat berlangsung sekitar dua jam, hingga rombongan tiba di Pelabuhan Nanganio pada pukul 15.30 WITA. Selama berada di pelabuhan, dilakukan persiapan sebelum rombongan menaiki KM. Candition untuk melanjutkan perjalanan melalui jalur laut.

 

Tepat sekitar pukul 16.50 WITA, KM. Candition bertolak dari Pelabuhan Nanganio menuju Pulau Palue. Dalam pelayaran tersebut, unsur pengamanan dan pengawalan melibatkan personel Satpolairud Polres Sikka serta personel Satpolairud Polres Ende.

 

Satpolairud Polres Sikka mengerahkan enam personel dalam pengamanan dan pengawalan, sementara Satpolairud Polres Ende melibatkan tiga personel. Dukungan pengamanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengamanan perjalanan rombongan selama melintasi wilayah perairan.

 

Rombongan yang dikawal berjumlah 45 orang, termasuk Presiden RI ke-7 Joko Widodo dan sejumlah anggota rombongan lainnya. Sementara itu, KM. Candition dinakhodai bersama 14 orang crew.

 

Kehadiran unsur kepolisian di jalur perairan menjadi bagian penting dalam memastikan mobilitas rombongan tetap berjalan sesuai rencana, mengingat perjalanan menuju wilayah kepulauan membutuhkan kesiapsiagaan pengamanan yang berbeda dibandingkan dengan jalur darat.

 

Dari Maumere hingga Pelabuhan Nanganio, kemudian dilanjutkan melalui jalur laut menuju Palue, setiap tahapan perjalanan mendapat pengawalan aparat. Skema tersebut menunjukkan bahwa pengamanan kunjungan pejabat negara tidak berhenti pada satu titik, tetapi bergerak mengikuti seluruh rangkaian agenda dan jalur mobilitas rombongan.

 

Setelah menempuh perjalanan laut selama kurang lebih satu jam, KM. Candition tiba di wilayah tujuan sekitar pukul 17.50 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dan pengawalan kemudian dinyatakan selesai pada pukul 18.00 WITA. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi dilaporkan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

 

Pengamanan tersebut sekaligus memperlihatkan peran strategis Satpolairud dalam mendukung kelancaran kegiatan kenegaraan yang berlangsung di wilayah pesisir dan kepulauan. Dengan karakter geografis Sikka dan wilayah sekitarnya yang tidak hanya mengandalkan jalur darat, pengamanan perairan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan sistem pengamanan.

 

Bagi aparat, pengamanan bukan sekadar memastikan rombongan tiba di tujuan. Lebih dari itu, setiap perpindahan, setiap titik transit, hingga setiap lintasan perairan harus berada dalam kondisi yang terpantau dan terkendali.

 

Dalam konteks kunjungan ke wilayah yang tengah menghadapi dampak pascagempa bumi dan agenda penyaluran bantuan sosial, kelancaran perjalanan rombongan menjadi salah satu bagian penting agar seluruh agenda dapat berlangsung tanpa gangguan.

 

Hingga seluruh rangkaian berakhir, personel gabungan tetap menjalankan tugas pengamanan dan pengawalan secara terkoordinasi. Tidak terdapat laporan gangguan menonjol selama perjalanan rombongan dari Maumere, Pelabuhan Nanganio, hingga perjalanan laut menuju Pulau Palue.

 

Pengamanan berjalan senyap, tetapi perannya menentukan: memastikan perjalanan rombongan tetap aman, jalur perairan terkendali, dan agenda kunjungan dapat berlangsung sebagaimana direncanakan. [Cm24]

 

"POLDA NTT PENUH KASIH DARI TIMUR MENGUATKAN INDONESIA"