Ketika Solidaritas Diutamakan, Pimpinan Polres Sikka Besuk Personel yang Tengah Menjalani Perawatan
Kunjungan jajaran Polres Sikka kepada Aiptu I Nengah Mertayasa menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas pimpinan terhadap personel yang sedang menjalani perawatan. Dengan kondisi pasien yang mulai membaik dan stabil, dukungan moril serta upaya pemenuhan kebutuhan obat diharapkan dapat menunjang proses pemulihan hingga kembali sehat.
Maumere, 18 September 2026. Tribratanewssikka.com — Kepedulian terhadap kondisi kesehatan anggota kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sikka.

Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) bersama Seksi Pengawasan (Siwas) dan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Sikka melakukan kunjungan sekaligus pengecekan langsung terhadap kondisi kesehatan Aiptu I Nengah Mertayasa, yang tengah menjalani perawatan intensif di Ruang ICU RSUD dr. TC Hillers Maumere, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 08.45 WITA.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Kabag SDM Polres Sikka AKP Susanto, S.E., bersama Kasi Propam Polres Sikka AKP Fransiskus Somba Say. Kehadiran jajaran Polres Sikka di ruang perawatan bukan sekadar bentuk perhatian institusi, tetapi juga sebagai langkah memastikan perkembangan kondisi medis personel serta kebutuhan perawatan yang sedang dijalani.
Aiptu I Nengah Mertayasa yang menjabat sebagai Kanit Samapta Polsek Lela diketahui mulai menjalani rawat inap di Ruang ICU sejak Rabu (16/9/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, yang bersangkutan didiagnosis mengalami Non-ST-Segment Elevation Acute Coronary Syndrome (NSTACS), Acute Decompensated Heart Failure (ADHF), serta hiperglikemia.
Hasil pemantauan tanda-tanda vital (TTV) terbaru menunjukkan tekanan darah 104/68 mmHg, suhu tubuh 36°C, frekuensi pernapasan 34 kali per menit, dan denyut nadi 99 kali per menit.
Dari hasil koordinasi dengan tim medis, kondisi Aiptu I Nengah Mertayasa saat ini dilaporkan stabil dan dalam keadaan sadar. Keluhan nyeri dada juga disebut mulai berkurang. Kendati demikian, pasien masih membutuhkan bantuan alat pernapasan serta pemantauan medis secara intensif.
Dokter spesialis jantung yang menangani pasien menjelaskan, apabila keluhan nyeri dada tidak lagi dirasakan, pasien selanjutnya akan mulai mendapatkan latihan secara bertahap untuk belajar duduk. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi medis pasien.
Di tengah proses perawatan tersebut, jajaran Polres Sikka juga menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan obat yang diperlukan pasien. Ketersediaan Isosorbide Dinitrate yang mulai menipis di rumah sakit menjadi perhatian tersendiri.
Untuk memastikan kebutuhan pengobatan tetap terpenuhi, jajaran Polres Sikka berupaya mengantisipasi kekurangan stok dengan melakukan pemesanan pasokan tambahan dari Kupang.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa perhatian institusi terhadap personel tidak berhenti pada kunjungan dan pemantauan, tetapi juga menyentuh aspek kebutuhan perawatan selama menjalani pengobatan.
Kehadiran pimpinan dan jajaran terkait di tengah kondisi anggota yang sedang sakit menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral bagi Aiptu I Nengah Mertayasa dan keluarganya. Polres Sikka memastikan perkembangan kondisi kesehatan yang bersangkutan terus dipantau dan kebutuhan perawatan diupayakan dapat terpenuhi selama proses pemulihan. (L-09)


