Jumat Curhat Polres Sikka, Wadah Dialog Humanis untuk Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif

Program Jumat Curhat yang dilaksanakan secara serentak oleh Polsek Nita dan Polsek Kewapante di wilayah hukum Polres Sikka menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam membangun komunikasi yang terbuka, mempererat kemitraan dengan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan Kepolisian. Melalui dialog langsung, berbagai aspirasi, keluhan, dan masukan dari warga dapat dihimpun sebagai bahan evaluasi untuk menghadirkan pelayanan yang semakin responsif, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, tertib, dan kondusif.

Jumat Curhat Polres Sikka, Wadah Dialog Humanis untuk Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif
"Polres Sikka Perkuat Sinergi dengan Pelajar dan Masyarakat Melalui Jumat Curhat, Serap Aspirasi Demi Kamtibmas Kondusif

Maumere, 31 Juli 2026. Tribratanewssikka.com – Komitmen Polri untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan yang humanis kembali diwujudkan melalui Program Jumat Curhat yang secara serentak dilaksanakan di wilayah hukum Polres Sikka, Jumat (31/7/2026). Melalui kegiatan tersebut, jajaran Polsek Nita dan Polsek Kewapante turun langsung ke tengah masyarakat guna mendengarkan berbagai aspirasi, keluhan, maupun masukan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan Kepolisian serta memperkuat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Program Jumat Curhat tidak sekadar menjadi forum penyampaian keluhan masyarakat, tetapi telah berkembang menjadi ruang dialog yang terbuka, hangat, dan konstruktif antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat. Dalam forum tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing, sementara personel Kepolisian memberikan penjelasan, solusi, sekaligus edukasi mengenai berbagai persoalan hukum, keamanan, serta upaya pencegahan tindak pidana.

 

Di wilayah Polsek Nita, kegiatan Jumat Curhat berlangsung mulai pukul 10.15 Wita di SMA Negeri 1 Nita yang berlokasi di Dusun Lalat, Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kanit Binmas Polsek Nita AIPDA Fransiskus Hubertus, Bhabinkamtibmas Desa Takaplager AIPDA Marsel S.D. Saburi, Bhabinkamtibmas Desa Tilang BRIGPOL Aprianus I. Reko, para guru, serta siswa-siswi SMA Negeri 1 Nita.

 

Dalam suasana penuh keakraban, Kanit Binmas Polsek Nita mengajak seluruh peserta untuk menjadikan forum tersebut sebagai wadah komunikasi dua arah yang terbuka antara Polri dan masyarakat, khususnya para pelajar. Menurutnya, sebagai institusi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, Polri menyadari bahwa dalam pelaksanaan tugas masih terdapat berbagai kekurangan yang dirasakan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, kritik, saran, maupun masukan sangat dibutuhkan sebagai bahan introspeksi sekaligus upaya memperbaiki kualitas pelayanan Kepolisian ke depan.

 

Ia menegaskan bahwa Polri tidak menutup diri terhadap berbagai kritik yang disampaikan masyarakat maupun para pelajar. Sebaliknya, seluruh aspirasi tersebut akan menjadi masukan berharga dalam membangun institusi Kepolisian yang semakin profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.

 

Selain membuka ruang dialog, Kanit Binmas juga mengajak para siswa agar tidak ragu menyampaikan setiap persoalan yang dihadapi, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, berbagai persoalan sosial, kenakalan remaja, perundungan, penyalahgunaan minuman keras, hingga gangguan keamanan lainnya akan lebih mudah diselesaikan apabila terdapat komunikasi yang baik antara masyarakat dan Kepolisian.

 

Kesempatan tersebut dimanfaatkan para peserta untuk menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah seorang siswa, Aliando Markus Moa, mengeluhkan kebiasaan sebagian masyarakat yang memutar musik dengan volume sangat keras di luar kegiatan resmi maupun pesta. Menurutnya, kebiasaan tersebut sangat mengganggu kenyamanan warga dan aktivitas belajar masyarakat sekitar.

 

Sementara itu, salah seorang guru, Maria Margaretha Marselina, menyampaikan harapan agar personel Polsek Nita dapat membantu melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar SMA Negeri 1 Nita pada saat jam masuk maupun jam pulang sekolah. Permohonan tersebut disampaikan mengingat meningkatnya aktivitas kendaraan pada waktu-waktu tersebut yang berpotensi membahayakan keselamatan para pelajar.

 

Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Kanit Binmas Polsek Nita memberikan penjelasan sekaligus solusi atas berbagai persoalan yang disampaikan. Ia memastikan bahwa setiap masukan masyarakat akan menjadi perhatian Kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kanit Binmas juga mengajak seluruh guru dan siswa untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah, antara lain Program Ketahanan Pangan, Program Makan Bergizi Gratis, serta Program Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari upaya bersama membangun kesejahteraan masyarakat.

 

Kegiatan Jumat Curhat di SMA Negeri 1 Nita mendapat sambutan positif dari para guru maupun siswa. Mereka mengapresiasi keterbukaan Polri dalam menerima kritik dan aspirasi masyarakat serta berharap forum semacam ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana membangun komunikasi yang harmonis antara Kepolisian dan dunia pendidikan.

 

Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Kewapante, kegiatan Jumat Curhat dilaksanakan pada pukul 09.00 Wita di Aula Kantor Desa Wolomapa, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka. Kegiatan dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Wolomapa AIPDA Husein Bethan dan dihadiri Kepala Desa Wolomapa Marinus Moa, S.Pd., Ketua beserta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Desa Wolomapa.

 

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kewapante kembali menegaskan komitmennya untuk membangun kemitraan yang semakin erat dengan masyarakat. Forum dialog tersebut dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi warga sekaligus menyampaikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

 

Dalam penyampaiannya, Bhabinkamtibmas memberikan sosialisasi mengenai situasi kamtibmas, pencegahan penyakit masyarakat seperti perjudian, bahaya kenakalan remaja, pentingnya menjaga keamanan rumah ketika ditinggalkan, penggunaan media sosial secara bijak, bahaya penyalahgunaan minuman keras yang kerap menjadi pemicu tindak pidana maupun kecelakaan lalu lintas, kewajiban mengurus surat izin keramaian sebelum menyelenggarakan pesta masyarakat, hingga sosialisasi mengenai ketentuan dalam KUHP yang baru.

 

Dialog berlangsung interaktif ketika masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka. Tokoh muda Desa Wolomapa, Yakob, berharap agar Kepolisian lebih sering hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan penyuluhan maupun pembinaan, khususnya kepada kelompok pemuda yang masih sering berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras secara berlebihan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai gangguan kamtibmas apabila tidak segera dilakukan langkah-langkah pencegahan.

 

Aspirasi lainnya disampaikan oleh tokoh muda Eustakius yang meminta Kepolisian melakukan penertiban terhadap kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong. Keberadaan kendaraan tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hari ketika melintas di kawasan permukiman.

 

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian Polsek Kewapante untuk ditindaklanjuti melalui langkah-langkah preventif maupun penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga mengajak seluruh warga agar terus membangun sinergi dengan Kepolisian melalui budaya saling mengingatkan, saling menjaga, dan segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada aparat Kepolisian.

 

Secara keseluruhan, pelaksanaan Program Jumat Curhat di wilayah hukum Polres Sikka kembali menunjukkan bahwa pendekatan humanis merupakan strategi efektif dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan sosial dapat dideteksi sejak dini, dicarikan solusi secara bersama-sama, serta dicegah agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.

 

Dengan semangat Presisi yang mengedepankan prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan, Polres Sikka berkomitmen untuk terus menghadirkan Polri yang dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap kritik dan masukan, serta senantiasa menjadi mitra dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, damai, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat. [Cm24]