Joko Widodo Tinggalkan Palue Menuju Ende, Polairud Sikka Kawal Perjalanan, Warga Antusias Menyambut
Keberangkatan Joko Widodo dari Pulau Palue menuju Kabupaten Ende berlangsung lancar dengan pengamanan aparat kepolisian. Kehadiran sekitar 100 warga di pelabuhan menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap agenda tersebut, sementara seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Maumere, 17 September 2026. Tribratanewssikka.com — Presiden Republik Indonesia ke-6 dan ke-7, Ir. H. Joko Widodo, bersama rombongan bertolak dari Pulau Palue, Kabupaten Sikka, menuju Pelabuhan Laut Nanganio, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Kamis (17/9/2026) pagi.

Keberangkatan tersebut berlangsung dari Pelabuhan Rakyat Otioa Ramba Lengge, Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, dengan menggunakan kapal rakyat KM. Candi Tion. Prosesi keberangkatan berjalan tertib dalam pengamanan aparat kepolisian dan mendapat perhatian masyarakat setempat.
Joko Widodo tiba di pelabuhan sekitar pukul 07.00 WITA bersama rombongan. Setelah seluruh persiapan dinyatakan siap, rombongan kemudian menaiki KM. Candi Tion pada pukul 07.15 WITA.
Sekitar pukul 07.30 WITA, kapal yang membawa Joko Widodo dan rombongan resmi meninggalkan perairan Palue, melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Laut Nanganio di Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Joko Widodo selama berada di wilayah Pulau Palue dan sekitarnya. Kehadiran mantan kepala negara itu juga mendapat perhatian dari masyarakat yang berada di sekitar pelabuhan.
Sedikitnya 100 warga masyarakat Pulau Palue turut hadir menyaksikan proses keberangkatan. Kehadiran warga tersebut menambah suasana tersendiri di pelabuhan, sementara aparat kepolisian memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan terkendali.
Dalam rombongan Joko Widodo terdapat Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP PSI Grace Natalie Louisa, ajudan Joko Widodo AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, serta sejumlah anggota rombongan lainnya.
Selain itu, turut serta Akhmad Ibnu Fadhillah, I Putu Yoga Saputra, Rohmad Romadhona, Afit Muhamad Saiful, Wahyu Nur Fiansyah, serta enam personel Paspampres.
Keberangkatan Joko Widodo juga didampingi sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait, di antaranya Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, S.H., Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, Asisten III Setda Kabupaten Sikka Rudolfus Ali, Ketua DPD PSI Kabupaten Sikka Mathias Marianus Yanes Mekeng, S.E., pengurus DPD PSI Kabupaten Sikka, serta sejumlah awak media.
Dari unsur kepolisian, Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., turut hadir di lokasi untuk memantau langsung rangkaian kegiatan. Sejumlah personel Polres Sikka yang ditugaskan melalui surat perintah pengamanan juga disiagakan di sekitar lokasi kegiatan.
Setelah menempuh perjalanan laut, KM. Candi Tion tiba di Pelabuhan Laut Nanganio, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, sekitar pukul 09.15 WITA.
Dengan demikian, perjalanan Joko Widodo bersama rombongan dari Palue menuju wilayah Ende berlangsung selama kurang lebih satu jam 45 menit sejak kapal meninggalkan pelabuhan.
Sejak tahap kedatangan hingga keberangkatan, situasi di sekitar Pelabuhan Rakyat Otioa Ramba Lengge terpantau aman dan kondusif. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa gangguan serta aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan tetap berlangsung secara tertib.
Kehadiran aparat di lapangan tidak hanya berfokus pada pengamanan rombongan, tetapi juga memastikan arus aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan tetap terkendali. Koordinasi antara unsur kepolisian, pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap aman selama proses keberangkatan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah agenda perjalanan tokoh nasional di wilayah kepulauan membutuhkan kesiapsiagaan pengamanan yang terukur, terutama pada jalur transportasi laut yang menjadi penghubung antarpulau di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Hingga rombongan meninggalkan Pelabuhan Rakyat Otioa Ramba Lengge dan tiba di Pelabuhan Laut Nanganio, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Tidak terdapat gangguan menonjol selama proses keberangkatan maupun perjalanan rombongan dari Palue menuju Nanganio. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lokasi kegiatan terpantau aman dan terkendali. [Cm24]
"POLDA NTT PENUH KASIH DARI TIMUR MENGUATKAN INDONESIA"


