“Jiwa yang Tenang, Pengabdian yang Kuat: Terapi USEFT Massal Warnai Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Sikka”.
Pelaksanaan Terapi USEFT Massal yang digelar Polres Sikka dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 menjadi langkah nyata dalam memperkuat kesehatan mental dan ketahanan emosional personel. Melalui pelepasan emosi negatif dan penguatan energi positif, para peserta memperoleh ketenangan batin, semangat baru, serta motivasi yang lebih tinggi untuk menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab dalam melayani masyarakat.
Maumere 22 Juni 2026 – Tribratanewssikka.cm - Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Sikka tidak hanya mempersiapkan berbagai kegiatan seremonial dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kesehatan mental serta ketahanan emosional anggotanya.

Senin (22/6/2026) pagi, suasana Lapangan Apel Polres Sikka tampak berbeda dari biasanya. Puluhan personel yang sehari-hari disibukkan dengan berbagai tugas kepolisian berkumpul mengikuti Terapi Universal Spiritual Emotional Freedom Technique (USEFT) secara massal, sebuah metode terapi yang memadukan pendekatan psikologis, spiritual, dan pengelolaan emosi untuk membantu individu mencapai keseimbangan mental dan emosional.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.15 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Ps. Kabag SDM Polres Sikka AKP Susanto, SE, didampingi tim praktisi USEFT bersertifikasi yakni IPDA A. Rusyudi Mangge, S.Psi, Aipda Herry Aryawan, dan Brigpol Rid Mude, S.Psi. Sebanyak 74 personel Polres Sikka dan Polsek jajaran mengikuti terapi yang berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan refleksi diri.
Pelaksanaan terapi ini menjadi salah satu bentuk inovasi pembinaan sumber daya manusia Polri yang menempatkan kesehatan mental sebagai bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Di tengah kompleksitas tugas yang semakin tinggi, anggota Polri dituntut tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki mental yang sehat, emosi yang stabil, serta kemampuan mengelola tekanan pekerjaan dengan baik.
Dalam sesi terapi tersebut, para peserta diajak mengenali berbagai emosi negatif yang selama ini mungkin tersimpan dalam diri, mulai dari rasa lelah, stres akibat pekerjaan, kecemasan, kekecewaan, kemarahan, hingga berbagai tekanan psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan pelaksanaan tugas.
Melalui teknik tapping yang menjadi ciri khas metode USEFT, peserta secara perlahan dibimbing untuk melepaskan beban-beban emosional tersebut. Suasana lapangan yang biasanya dipenuhi aktivitas kedinasan berubah menjadi ruang refleksi yang tenang. Para peserta mengikuti setiap instruksi dengan serius, menutup mata, menenangkan pikiran, dan mengarahkan perhatian pada proses penyembuhan diri secara emosional dan spiritual.
Setelah proses pelepasan emosi negatif dilakukan, peserta kemudian diarahkan memasuki tahap penguatan energi positif atau charging. Pada tahap ini, mereka diajak menanamkan berbagai nilai positif yang sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri, seperti rasa syukur, keikhlasan, semangat pengabdian, disiplin, loyalitas, integritas, keberanian, serta tanggung jawab dalam melayani masyarakat.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan ketenangan sesaat, tetapi juga membangun fondasi mental yang lebih kuat bagi setiap personel agar mampu menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan dengan sikap yang lebih bijaksana, profesional, dan humanis.
Ps. Kabag SDM Polres Sikka AKP Susanto menjelaskan bahwa terapi USEFT merupakan salah satu metode efektif yang dapat membantu personel menjaga kesehatan mental dan meningkatkan kualitas diri. Menurutnya, anggota Polri setiap hari berhadapan dengan berbagai persoalan sosial, konflik, tekanan pekerjaan, hingga situasi yang membutuhkan pengambilan keputusan cepat sehingga kesehatan psikologis menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan.
"Kita ingin anggota tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara mental dan emosional. Dengan mental yang baik, anggota akan lebih siap melaksanakan tugas, lebih sabar dalam melayani masyarakat, serta mampu menghadapi tekanan pekerjaan secara positif," ujarnya.
Hasil yang dirasakan para peserta pun cukup menggembirakan. Setelah mengikuti terapi, banyak personel mengaku merasakan ketenangan batin, pikiran yang lebih ringan, serta munculnya kembali semangat dan motivasi dalam menjalankan tugas.
Salah seorang peserta mengaku merasakan perubahan yang signifikan setelah mengikuti sesi terapi tersebut.
"Awalnya saya merasa banyak tekanan pekerjaan yang terbawa dalam pikiran. Setelah mengikuti terapi USEFT, saya merasa lebih lega, lebih tenang, dan pikiran menjadi lebih jernih. Ada perasaan syukur dan semangat baru yang muncul untuk menjalankan tugas dengan lebih baik," ungkapnya.
Peserta lainnya juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dan sangat bermanfaat.
"Kegiatan ini membuat kami belajar memahami diri sendiri. Beban pikiran yang selama ini tersimpan terasa berkurang. Setelah terapi, tubuh terasa lebih rileks dan hati lebih tenang. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Polres Sikka menunjukkan bahwa transformasi Polri menuju institusi yang Presisi tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kemampuan teknis dan profesionalisme kerja, tetapi juga melalui pembinaan kesehatan mental dan emosional personelnya.
Kesehatan mental yang terjaga diyakini akan melahirkan anggota Polri yang lebih humanis, lebih empatik dalam melayani masyarakat, serta lebih tangguh menghadapi berbagai dinamika tugas kepolisian di era modern.
Kegiatan Terapi USEFT Massal tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga berakhir pada pukul 08.45 Wita. Momentum ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Polres Sikka dalam membangun personel yang sehat jasmani dan rohani, sehingga mampu memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. [Cm24]


