“Jelang Pilkades, Kapolsek Paga Perintahkan Pemetaan Konflik dan Percepat Penanganan 17 Kasus Dalam Anev ”
Kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Polsek Paga Polres Sikka menjadi momentum penguatan disiplin internal, peningkatan kualitas pelayanan kepolisian, serta kesiapan menghadapi dinamika kamtibmas, khususnya menjelang Pilkades. Melalui penekanan pada kesehatan personel, tertib administrasi, optimalisasi layanan Call Center 110, pemetaan potensi konflik, hingga percepatan penanganan perkara, Polsek Paga menunjukkan komitmen menjaga profesionalitas tugas dan stabilitas keamanan di wilayah hukumnya.
Tribratanewssikka.com - Maumere, 3 Juni 2026 – Upaya memperkuat kedisiplinan internal, meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat, hingga memastikan kesiapan menghadapi tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), menjadi fokus utama dalam kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Polsek Paga Polres Sikka yang digelar pada Rabu (03/06/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.10 WITA hingga 08.40 WITA tersebut dilaksanakan di Mako Polsek Paga, Jalan Eltari Paga, Desa Lowolabo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Paga, IPDA Hasan Sabon, bersama jajaran personel Polsek Paga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasium Polsek Paga, para Kanit Polsek Paga, serta para Bhabinkamtibmas, yang mengikuti jalannya evaluasi sebagai bagian dari penguatan koordinasi internal sekaligus pemetaan tugas dan tantangan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Paga.
Dalam arahannya, Kapolsek Paga menegaskan bahwa kesehatan personel menjadi fondasi utama dalam menunjang optimalisasi tugas kepolisian di lapangan. Menurutnya, anggota yang sehat akan mampu menjalankan tanggung jawab secara maksimal, terlebih di tengah dinamika tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat yang semakin kompleks.
“Kesehatan personel harus menjadi perhatian bersama. Jika ada anggota yang mengalami sakit, segera lakukan pengobatan dan laporkan kepada Provos maupun Kapolsek agar dapat dipantau dan ditindaklanjuti,” tegas IPDA Hasan Sabon di hadapan peserta Anev.
Penekanan terhadap kondisi kesehatan personel tersebut menjadi bagian dari strategi internal Polsek Paga dalam menjaga kesiapsiagaan anggota, sehingga pelaksanaan tugas operasional maupun pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa mengurangi profesionalitas institusi.
Selain menyoroti aspek kesehatan, Kapolsek juga memberikan perhatian serius terhadap tertib administrasi pelaksanaan tugas, khususnya bagi personel piket yang menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat di Mapolsek.
Dalam evaluasi tersebut, seluruh regu piket diwajibkan untuk mengisi buku mutasi secara disiplin, termasuk melakukan pencatatan seluruh laporan maupun pengaduan masyarakat ke dalam buku register pengaduan, serta administrasi laporan kehilangan barang yang wajib dicatat pada register khusus.
Penegasan ini disampaikan guna memperkuat akuntabilitas pelayanan kepolisian sekaligus memastikan seluruh aktivitas pelayanan terdokumentasi dengan baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tidak hanya fokus pada administrasi internal, Kapolsek Paga juga mendorong peningkatan akses pelayanan publik melalui optimalisasi sarana kepolisian. Salah satunya dengan menginstruksikan agar seluruh kendaraan dinas roda dua (R2) milik Polsek Paga segera dipasangi stiker layanan darurat Call Center 110.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai media sosialisasi langsung kepada masyarakat agar semakin mengenal dan memanfaatkan layanan cepat kepolisian dalam situasi darurat maupun kebutuhan pelayanan kamtibmas lainnya.
Di sisi lain, perhatian khusus juga diarahkan pada persiapan menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang diperkirakan akan menghadirkan dinamika sosial-politik di tengah masyarakat.
Kapolsek Paga meminta Unit Intelkam agar segera melengkapi seluruh data yang berkaitan dengan tahapan Pilkades, termasuk melakukan pemetaan secara komprehensif terhadap berbagai potensi konflik yang berpeluang muncul di wilayah hukum Polsek Paga.
Menurutnya, deteksi dini terhadap kerawanan merupakan langkah strategis guna mencegah potensi gangguan keamanan berkembang menjadi konflik terbuka yang dapat mengganggu stabilitas masyarakat.
“Kesiapan data dan pemetaan potensi konflik harus dilakukan sejak dini agar setiap perkembangan situasi dapat diantisipasi dengan cepat dan tepat,” menjadi penekanan penting dalam agenda evaluasi tersebut.
Sementara itu, dalam aspek penegakan hukum, Kapolsek turut mengevaluasi progres penanganan perkara yang ditangani oleh Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Paga.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum Anev, tercatat sebanyak 25 kasus tengah ditangani oleh Polsek Paga. Dari jumlah tersebut, 8 kasus telah berhasil diselesaikan, sedangkan 17 kasus lainnya masih berada dalam proses penanganan lebih lanjut.
Atas kondisi tersebut, Kapolsek memberikan atensi khusus kepada Kanit Reskrim agar mempercepat tindak lanjut terhadap perkara-perkara yang masih berjalan, tanpa mengesampingkan prinsip profesionalitas, ketelitian, dan kepastian hukum.
Evaluasi tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa setiap perkara memperoleh penanganan yang maksimal, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.
Kegiatan Analisa dan Evaluasi Polsek Paga berlangsung dalam suasana tertib, penuh kedisiplinan, serta diwarnai semangat penguatan internal organisasi. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif, sekaligus menegaskan komitmen Polsek Paga Polres Sikka dalam menjaga profesionalitas personel, kualitas pelayanan publik, serta stabilitas keamanan wilayah. [Cm24]


