“Jelang Pentahbisan Akbar di Ritapiret, Polsek Nita Polres Sikka Bergerak Cepat Siapkan Pengamanan”

Kegiatan koordinasi yang dilakukan Polsek Nita bersama pihak Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret merupakan langkah awal untuk memastikan pelaksanaan Pentahbisan 16 calon diakon pada 11 Juni 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. Dengan perkiraan kehadiran sekitar 1.000 tamu undangan dari berbagai daerah, pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas, termasuk pemanfaatan lapangan sepak bola sebagai area parkir sementara, menjadi perhatian penting guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.

“Jelang Pentahbisan Akbar di Ritapiret, Polsek Nita Polres Sikka Bergerak Cepat Siapkan Pengamanan”
Kapolsek Nita Lakukan Koordinasi Pengamanan Pentahbisan 16 Calon Diakon di Ritapiret, Ribuan Umat Diperkirakan Hadir

Tribratanewssikka.com - Maumere, 4 Juni 2026 – Menjelang pelaksanaan Pentahbisan Diakon di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, aparat kepolisian mulai melakukan langkah antisipatif guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan besar tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kapolsek Nita, IPTU Yermi Bastian Soludale bersama Kanit IK Polsek Nita, AIPTU Abdul Rais, pada Kamis (4/6/2026) melaksanakan koordinasi langsung dengan pihak Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret di Aula Tamu seminari yang berlokasi di Dusun Tour Orin Bao, Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

 

Koordinasi yang berlangsung sejak pukul 09.30 WITA tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Polsek Nita dalam mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat dan tamu undangan yang diperkirakan memadati kawasan Ritapiret pada hari pelaksanaan pentahbisan, Kamis, 11 Juni 2026 mendatang.

 

Dalam pertemuan itu, Preses Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, RD. Guidelbertus Tanga, memberikan gambaran menyeluruh terkait agenda besar gerejawi yang akan mempertemukan para imam, biarawan, pejabat daerah, keluarga besar calon diakon, serta umat Katolik dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur dan Bali.

 

RD. Guidelbertus Tanga menjelaskan, sebanyak 16 frater dari berbagai keuskupan di kawasan Nusra akan menerima rahmat tahbisan diakon dalam sebuah Perayaan Ekaristi Pentahbisan yang dijadwalkan berlangsung di Saint Peter’s Hall Ritapiret pada Kamis, 11 Juni 2026 pukul 15.30 WITA.

 

Momentum ini bukan sekadar seremoni gerejawi biasa. Pentahbisan diakon merupakan tahap penting dalam perjalanan panggilan hidup membiara dan pelayanan gereja, yang menandai kesiapan para frater untuk memasuki tingkat pelayanan yang lebih mendalam sebelum tahbisan imam.

 

Ke-16 calon diakon tersebut berasal dari beragam keuskupan yang tersebar di Flores, Timor hingga Bali, mencerminkan Ritapiret sebagai rumah formasi lintas keuskupan yang selama ini menjadi pusat pendidikan calon imam di kawasan timur Indonesia.

 

Mereka adalah Fr. Martinus Philipus Riberu, Fr. Romanus Tubo Ola, dan Fr. Methodius Tedun Lamuda dari Keuskupan Larantuka; Fr. Adelbertus Pontius Dhae, Fr. Kornelis Afran Guru, Fr. Andreas Yohanes Lako Ghao, Fr. Zakarias Gusi Jata, serta Fr. Hyasintus Godho Uga dari Keuskupan Agung Ende.

 

Sementara dari Keuskupan Ruteng terdapat Fr. Febrian Mulyadi Angsemin, Fr. Florianus Risen Ronaldo, Fr. Apolinaris Hendra A.J. Kumpul, dan Fr. Oktavianus Abun. Keuskupan Labuan Bajo mengutus Fr. Emanuel Rizan Pryatino, Keuskupan Maumere diwakili Fr. Dignus Arik dan Fr. Siprianus Supriyadi Nasi, sedangkan Keuskupan Denpasar mengutus Fr. Daniel Mario Pedro Lasar.

 

Prosesi sakral tersebut dijadwalkan dipimpin langsung oleh Mgr. Maksimus Regus, Uskup Keuskupan Labuan Bajo, yang akan bertindak sebagai uskup pentahbis. Kehadiran seorang uskup dalam momentum tahbisan dipandang memiliki makna spiritual mendalam, sekaligus menjadi simbol kesinambungan pelayanan gereja dalam membentuk para pelayan altar masa depan.

 

Pihak Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret juga mengungkapkan bahwa undangan telah disebarluaskan kepada berbagai unsur pemerintahan, baik pejabat di Kabupaten Sikka maupun pejabat dari daerah asal para calon diakon. Selain itu, keluarga besar para frater, para imam, biarawan-biarawati, serta umat diperkirakan akan turut memadati lokasi kegiatan.

 

Dengan kapasitas Saint Peter’s Hall Ritapiret yang mampu menampung sekitar 1.000 tamu undangan, lonjakan kendaraan dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Ritapiret diperkirakan tidak dapat dihindari.

 

Situasi inilah yang menjadi perhatian serius Kapolsek Nita. Dalam koordinasi tersebut, IPTU Yermi Bastian Soludale menekankan pentingnya kesiapan pengamanan guna menjamin kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari Perayaan Ekaristi Pentahbisan, acara syukuran dan resepsi bersama, hingga penutupan kegiatan.

 

Tak hanya fokus pada aspek keamanan, perhatian juga diarahkan pada rekayasa mobilitas kendaraan. Mengingat terbatasnya area parkir di sekitar lokasi utama kegiatan, Kapolsek Nita mengusulkan agar pihak panitia memanfaatkan Lapangan Sepak Bola Ritapiret sebagai lokasi parkir sementara. Langkah ini dipandang strategis untuk mencegah penumpukan kendaraan di badan jalan sekaligus menjaga arus lalu lintas tetap lancar selama kegiatan berlangsung.

 

Koordinasi yang berlangsung dalam suasana komunikatif dan penuh sinergi tersebut berakhir pada pukul 10.20 WITA. Seluruh rangkaian pembahasan berjalan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menegaskan komitmen bersama antara aparat keamanan dan pihak seminari dalam menyukseskan salah satu agenda gerejawi terbesar di wilayah Kecamatan Nita tahun ini.

 

Dengan besarnya antusiasme umat serta hadirnya tamu lintas daerah, Pentahbisan Diakon di Ritapiret diproyeksikan bukan hanya menjadi momentum spiritual bagi Gereja Katolik, tetapi juga peristiwa sosial-keagamaan penting yang menyatukan keluarga, umat, dan para pemimpin daerah dalam nuansa iman, pelayanan, dan persaudaraan. [Cm24]