Dari Gudang Polres Sikka ke Dapur Lapangan, Bantuan Pangan Polda NTT Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa
Polres Sikka menunjukkan kepedulian dan respons cepat dalam mendukung penanganan bencana gempa bumi melalui penyaluran bantuan ikan beku dari Polda NTT ke Dapur Lapangan Brimob Polda NTB. Bantuan diterima dalam kondisi baik dan lengkap, sebagai wujud sinergi serta kehadiran Polri dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Maumere, 31 Agustus 2026. Tribratanewssikka.com — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka terus ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor Sikka. Sebagai bagian dari upaya mendukung kebutuhan logistik dan konsumsi masyarakat di tengah situasi kebencanaan, Polres Sikka kembali menyalurkan bantuan bahan pangan dari Polda NTT ke Dapur Lapangan Brimob Polda NTB yang beroperasi di Bandara Frans Seda Maumere.



Pendistribusian bantuan tersebut dilaksanakan pada Senin tanggal 31 Agustus 2026 sekitar pukul 08.00 WITA. Bantuan logistik yang berasal dari Gudang Polres Sikka itu kemudian diserahkan kepada petugas Dapur Lapangan Brimob Polda NTB untuk selanjutnya dimanfaatkan dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi personel posko maupun masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Sikka.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa ikan beku sebanyak 3 (tiga) box. Meski secara jumlah terlihat sederhana, bantuan tersebut memiliki arti penting dalam mendukung ketersediaan bahan pangan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan di tengah kondisi pascabencana.
Proses penyerahan bantuan berlangsung secara langsung dan tertib. Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., didampingi Kabag Ops Polres Sikka AKP I Wayan Oka Deswanta, S.E., menyerahkan bantuan tersebut kepada petugas Dapur Lapangan Brimob Polda NTB yang bertugas di Bandara Frans Seda Maumere.
Penyaluran bantuan ini sekaligus mencerminkan sinergi antarsatuan dalam penanganan situasi kebencanaan. Dapur lapangan menjadi salah satu titik penting dalam mendukung kebutuhan konsumsi selama masa tanggap darurat, terutama ketika aktivitas masyarakat terdampak oleh bencana dan kebutuhan pangan harus dipastikan tetap tersedia.
Bantuan ikan beku yang disalurkan dari Gudang Polres Sikka tersebut diterima dalam kondisi baik, lengkap, dan sesuai dengan jumlah yang didistribusikan. Setelah proses serah terima selesai, bantuan selanjutnya menjadi bagian dari persediaan bahan pangan yang akan diolah dan disiapkan untuk kebutuhan konsumsi di posko serta masyarakat terdampak.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan evakuasi, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, ketersediaan pangan menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan dan kondisi masyarakat agar tetap terpenuhi selama masa penanganan bencana berlangsung.
Kehadiran jajaran Polri melalui dukungan logistik juga menjadi wujud nyata bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi situasi kebencanaan seorang diri. Di tengah keterbatasan dan kondisi yang serba tidak menentu, dukungan pangan menjadi bentuk kepedulian yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., melalui pendistribusian bantuan tersebut menunjukkan komitmen Polres Sikka untuk terus hadir di tengah masyarakat, terlebih dalam kondisi darurat yang membutuhkan kecepatan, kepedulian, dan koordinasi lintas satuan.
Sementara itu, keberadaan Dapur Lapangan Brimob Polda NTB di Bandara Frans Seda Maumere menjadi salah satu bagian dari dukungan operasional dalam penanganan dampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka.
Sinergi antara Polres Sikka, Polda NTT, dan unsur Brimob tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan kemanusiaan serta mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Pendistribusian bantuan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam situasi aman dan kondusif, dengan bantuan telah diterima oleh petugas Dapur Lapangan Brimob Polda NTB untuk selanjutnya digunakan sesuai kebutuhan di lapangan.
Di balik tiga box ikan beku yang disalurkan, terdapat pesan yang jauh lebih besar: ketika masyarakat menghadapi bencana, kehadiran negara harus hadir dalam bentuk tindakan nyata. Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga bergerak memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian di tengah situasi darurat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian kemanusiaan dalam menghadapi bencana. Dengan koordinasi yang kuat, distribusi logistik yang terarah, serta kehadiran personel di lapangan, diharapkan penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Sikka dapat terus berjalan secara efektif, terukur, dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat. [ Cm24]


