"41 Personel Polres Sikka Naik Pangkat, Kapolres: Amanah Baru Harus Dijawab dengan Integritas dan Profesionalisme"
Kenaikan pangkat bagi 41 personel Polres Sikka merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian, sekaligus amanah untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, disiplin, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Momentum ini menegaskan komitmen Polres Sikka dalam mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat.
Tribaratanewssikka.com | Maumere, 30 Juni 2026 — Semangat kebanggaan, rasa syukur, dan tekad untuk mengabdi lebih baik menyelimuti Lapangan Apel Markas Komando Polres Sikka, Selasa pagi (30/6/2026).

Di hadapan seluruh peserta upacara, sebanyak 41 personel Polres Sikka resmi menyandang pangkat setingkat lebih tinggi dalam sebuah prosesi Korps Raport Kenaikan Pangkat yang berlangsung khidmat dan penuh makna.
Momentum tersebut bukan sekadar seremoni pergantian tanda kepangkatan, melainkan simbol penghargaan institusi atas dedikasi dan loyalitas para personel sekaligus awal dari tanggung jawab yang semakin besar dalam mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Upacara yang dimulai pukul 08.00 Wita itu dipimpin langsung oleh Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K. Turut hadir Wakapolres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., Kabag SDM Susanto, S.E., Kabag Ops AKP I Wayan Oka Deswanta, S.E., para Pejabat Utama Polres Sikka, para Kasat, Kasi, seluruh perwira, Ketua Bhayangkari Cabang Sikka beserta jajaran pengurus, serta seluruh personel Polres Sikka.
Sejak awal pelaksanaan, suasana berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan apel, disusul kedatangan Inspektur Upacara, penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara, pelaksanaan Korps Raport kenaikan pangkat, laporan resmi personel yang memperoleh kenaikan pangkat, penyampaian amanat Kapolres Sikka, pembacaan doa, hingga penutupan yang dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh personel yang menerima penghargaan tersebut.
Dalam amanatnya, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K.,menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hadiah yang diberikan secara otomatis karena bertambahnya masa dinas. Sebaliknya, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi yang harus dijawab dengan kualitas pengabdian yang semakin tinggi.
Menurut Kapolres, setiap kenaikan pangkat membawa konsekuensi berupa meningkatnya tanggung jawab moral, profesional, dan organisatoris yang harus diwujudkan melalui kinerja nyata di tengah masyarakat.
"Kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan yang melekat di pundak. Di balik itu terdapat amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan melalui dedikasi, loyalitas, disiplin, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas," tegas Kapolres.
Ia mengingatkan bahwa tantangan tugas kepolisian saat ini berkembang semakin kompleks seiring dengan dinamika kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, setiap anggota Polri dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran yang berkelanjutan, memperkuat kompetensi, menguasai perkembangan teknologi, serta memiliki kemampuan beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi.
Lebih dari itu, Kapolres menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Karena itu, seluruh personel diminta menjaga kehormatan diri maupun institusi dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas.
"Jangan pernah mencederai kepercayaan masyarakat. Pangkat yang lebih tinggi harus menjadi pengingat bahwa tanggung jawab kepada institusi, bangsa, dan masyarakat juga semakin besar," ujarnya.
Kapolres juga mengajak seluruh personel untuk terus memperkuat soliditas internal sebagai modal utama menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Sikka. Sinergitas antarsatuan kerja di lingkungan Polres Sikka maupun kerja sama dengan Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT harus terus dipelihara agar pelaksanaan tugas berjalan semakin efektif.
Menurutnya, keberhasilan Polri dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tidak mungkin dicapai hanya melalui kemampuan individu, melainkan membutuhkan kekompakan, komunikasi, koordinasi, dan semangat kebersamaan seluruh personel.
Dalam konteks pelayanan publik, Kapolres kembali menekankan pentingnya menghadirkan sosok Polri yang humanis, profesional, responsif, transparan, dan berkeadilan. Masyarakat, kata Kapolres, harus benar-benar merasakan kehadiran Polri sebagai institusi yang memberikan rasa aman, perlindungan, kepastian hukum, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Ia juga mendorong seluruh personel agar tidak berhenti berinovasi dalam menjalankan tugas. Menurutnya, setiap anggota harus mampu menjadi motor penggerak perubahan melalui berbagai gagasan kreatif, terobosan pelayanan, dan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat transformasi Polri menuju institusi yang semakin Presisi.
Pada momentum tersebut, tercatat 41 personel Polres Sikka menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dengan rincian: 1 personel naik dari Bharaka menjadi Abripda;4 personel naik dari Bripda menjadi Briptu; 1 personel naik dari Brigpol menjadi Bripka; 20 personel naik dari Bripka menjadi Aipda; dan 15 personel naik dari Aipda menjadi Aiptu.
Bagi setiap personel yang menerima kenaikan pangkat, momen tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier sebagai anggota Polri. Namun lebih dari itu, kenaikan pangkat merupakan amanah yang menuntut peningkatan kualitas kepemimpinan, kedisiplinan, keteladanan, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Usai pelaksanaan upacara, suasana berubah menjadi lebih hangat ketika seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat mengikuti sesi foto bersama dengan Kapolres Sikka dan jajaran pejabat utama. Tradisi kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyiraman air bersih oleh Kapolres Sikka kepada seluruh personel yang baru saja menerima kenaikan pangkat.
Tradisi tersebut bukan sekadar seremonial yang diwariskan dari generasi ke generasi di lingkungan Polri. Penyiraman air menjadi simbol penyucian diri, ungkapan rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus pengingat bahwa setiap pangkat baru harus dibarengi hati yang bersih, semangat pengabdian yang tulus, serta komitmen untuk bekerja lebih baik daripada sebelumnya.
Tawa, senyum, dan haru tampak menghiasi wajah para personel bersama keluarga dan rekan-rekan sejawat yang turut memberikan ucapan selamat. Di balik kebahagiaan itu tersimpan harapan besar agar amanah baru tersebut mampu menjadi energi positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 08.20 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Momentum kenaikan pangkat ini kembali menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan institusi bukanlah garis akhir dari sebuah pengabdian, melainkan awal dari tanggung jawab yang semakin besar. Pangkat baru bukan hanya menambah kehormatan, tetapi juga menuntut integritas yang lebih kokoh, profesionalisme yang semakin matang, loyalitas yang tidak tergoyahkan, serta komitmen yang semakin kuat untuk menghadirkan Polri yang Presisi, dicintai masyarakat, dan senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melayani bangsa dan negara dengan sepenuh hati. [Cm24]


