Ketahanan Pangan Kian Nyata di Sikka, Polres Sikka Polda NTT Hadir dari Tanam hingga Panen

Kegiatan pengecekan dan panen jagung yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Polres Sikka Polda NTT merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026.

Ketahanan Pangan Kian Nyata di Sikka, Polres Sikka Polda NTT Hadir dari Tanam hingga Panen
Polres Sikka Polda NTT Hadir di Ladang Tani, Ketahanan Pangan di Sikka Kian Nyata

Tribratanewssikka.com - Maumere, 4 Februari 2026 – Komitmen Polri dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional dan Swasembada Pangan Tahun 2026 terus diwujudkan secara nyata hingga ke pelosok desa. 

Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, Polres Sikka Polda NTT tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dalam sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan ekonomi rakyat.

Pada Selasa (3/2/2026), Bhabinkamtibmas Desa Wairkoja, BRIPKA Dami Daty, bersama Kanit Binmas Polsek Kewapante AIPDA Yosep P. Koles, S.H., melaksanakan pengecekan dan monitoring tanaman Jagung Hibrida BISI 18 yang merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025. Kegiatan berlangsung sekitar pukul 13.30 WITA di Dusun Wairlong, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka.

 

Lahan jagung seluas kurang lebih 3 hektar tersebut dikelola oleh BUMDes Subur Makmur dan dikerjakan secara gotong royong oleh Kelompok Tani Dusun Wairlong. Jagung yang ditanam sejak 3 November 2025 kini telah berusia sekitar 96 hari, tumbuh subur, sehat, dan telah memasuki fase berbuah, menandakan proses budidaya berjalan sesuai harapan.

 

Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa kegiatan perawatan tanaman berjalan optimal. Penyiangan rumput dan gulma telah dilakukan secara rutin, pemupukan kedua telah berjalan, dan dalam waktu dekat akan dilakukan pemupukan lanjutan serta penyemprotan untuk mengantisipasi hama ulat daun. 

 

Meski dihadapkan pada tantangan cuaca dengan curah hujan yang tidak menentu, kelompok tani tetap menunjukkan kekompakan dan semangat tinggi dalam mengelola lahan pertanian.

 

“Tanaman jagung tumbuh dengan baik dan sehat. Jika kondisi ini terus terjaga, panen diperkirakan dapat dilakukan pada bulan Maret 2026,” ujar petugas di lapangan.

 

Kelompok Tani Dusun Wairlong yang diketuai oleh Adeti Dua bersama para anggotanya menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat, BUMDes, dan Polri mampu mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan perekonomian desa.

 

Sementara itu, sehari berselang, Rabu (4/2/2026), Bhabinkamtibmas Desa Runut/Ds. Sentuhan, AIPDA Hendra P. A. Rejab, melaksanakan pendampingan kegiatan panen jagung Kuartal IV di Perkebunan Misi Patiahu, Dusun Lodong, Desa Runut, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

 

Panen yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Ketahanan Pangan Polri sekaligus tindak lanjut arahan Kapolri dalam mendukung Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026.

 

Lahan jagung seluas kurang lebih 10 hektar yang dikelola oleh Kelompok Tani Caritas diprediksi menghasilkan panen mencapai 35 hingga 40 ton jagung. Kelompok tani yang berdiri sejak tahun 2009 dan diketuai oleh Alfonsius Doras, AM.d, selama ini dikenal aktif dan konsisten mengembangkan pertanian jagung sebagai sumber pangan dan pakan ternak.

 

Proses panen direncanakan berlangsung selama beberapa minggu ke depan mengingat luasnya lahan serta keterbatasan tenaga kerja. Setelah panen, jagung akan dirontokkan dari tongkol, dijemur untuk menurunkan kadar air, dan selanjutnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam potong dan ayam petelur di peternakan milik Misi Patiahu.

 

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam setiap tahapan, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen, menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penjaga kamtibmas, tetapi juga mitra strategis masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dan ekonomi desa.

 

Melalui kegiatan ini, Polres Sikka Polda NTT menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program nasional dengan pendekatan humanis, pendampingan berkelanjutan, serta memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah desa, BUMDes, dan kelompok tani.

 

Ketahanan pangan bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama. Dan di ladang-ladang jagung Wairkoja hingga Waigete, semangat itu kini tumbuh subur—menguning bersama tongkol jagung yang siap dipanen, membawa harapan bagi kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sikka. [CM24]