Hangatkan Ramadan 1447 H, Sat Samapta Polres Sikka Polda NTT Bersama Bhayangkari Berbagi Takjil Penuh Ketulusan

Kegiatan pembagian takjil hari kedua oleh Unit Samapta Polres Sikka bersama Bhayangkari bukan sekadar aksi berbagi makanan berbuka, melainkan wujud nyata kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat. Melalui senyum tulus dan sapaan hangat, tercipta hubungan yang humanis dan penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan 1447 H, mempertegas bahwa kehadiran Polri adalah untuk melayani, mengayomi, dan berbagi kebaikan.

Hangatkan Ramadan 1447 H, Sat Samapta Polres Sikka Polda NTT Bersama Bhayangkari Berbagi Takjil Penuh Ketulusan
Ramadan Penuh Makna, Sat Samapta dan Bhayangkari Hadirkan Kepedulian untuk Pengguna Jalan

Tribratanewssikka.com - Maumere, 20 Februari 2026. Suasana sore di depan Markas Komando (Mako) Polres Sikka tampak berbeda dari biasanya. Di tengah arus kendaraan roda dua, roda empat, dan pejalan kaki yang melintas, personel Unit Samapta bersama Bhayangkari berdiri berjajar dengan raut wajah ramah dan penuh kehangatan. Hari itu menjadi momentum hari kedua pelaksanaan pembagian takjil dalam rangka menyambut dan mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan yang dilaksanakan menjelang waktu berbuka puasa tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Setiap paket takjil yang dibagikan diserahkan langsung kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Mako Polres Sikka. Tidak ada sekat, tidak ada jarak—yang ada hanyalah interaksi hangat antara aparat dan masyarakat.

Dengan senyum yang mengembang dan sapaan lembut, para personel Sat Samapta bersama Bhayangkari menyambut setiap pengendara yang memperlambat laju kendaraannya. Uluran tangan yang memberikan takjil dibalas dengan senyum tulus dari para penerima. Beberapa pengendara bahkan terlihat mengangguk hormat dan mengucapkan terima kasih, menandakan bahwa perhatian kecil tersebut memiliki arti yang besar.

 

Takjil yang dibagikan memang sederhana. Namun, dalam kesederhanaan itulah terletak nilai ketulusan dan kebersamaan. Bagi sebagian pengguna jalan yang masih dalam perjalanan saat azan Magrib hampir berkumandang, paket takjil tersebut menjadi penolong untuk sekadar membatalkan puasa sebelum tiba di rumah. Lebih dari itu, sentuhan humanis dari personel kepolisian dan Bhayangkari menghadirkan rasa nyaman dan kedekatan emosional.

 

Momentum Ramadan menjadi ruang refleksi bagi semua pihak untuk memperkuat empati dan solidaritas sosial. Melalui kegiatan ini, Polres Sikka menunjukkan bahwa tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat. Kehadiran polisi di jalan raya sore itu bukan dalam konteks penegakan hukum, melainkan sebagai sahabat dan pelayan masyarakat.

 

Kegiatan pembagian takjil ini juga menjadi simbol sinergitas dan kekompakan internal antara personel Sat Samapta dan Bhayangkari. Semangat kebersamaan terpancar jelas dari koordinasi yang rapi dan suasana penuh kekeluargaan selama kegiatan berlangsung. Energi positif tersebut turut dirasakan oleh masyarakat yang melintas.

 

Dengan terlaksananya kegiatan hari kedua ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian dapat terus berlanjut sepanjang bulan Ramadan. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperluas makna kepedulian, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan kebaikan dalam setiap langkah.

 

Di depan Mako Polres Sikka sore itu, takjil mungkin terlihat sederhana. Namun senyum yang terukir, sapaan yang lembut, dan ketulusan yang terpancar menjadikannya begitu berharga—sebuah potret kecil tentang kebersamaan yang menguatkan di bulan penuh berkah. [CM24]