Di Tengah Ladang Jagung, Kolaborasi Polres Sikka Polda NTT dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan

Kegiatan pemantauan lahan jagung oleh Bhabinkamtibmas Desa Kolisia B berjalan aman dan lancar. Tanaman jagung seluas ±0,4 hektare dalam kondisi tumbuh baik dan terawat, sebagai wujud dukungan nyata Polri terhadap Program Ketahanan Pangan serta penguatan sinergi dengan masyarakat petani.

Di Tengah Ladang Jagung, Kolaborasi Polres Sikka Polda NTT dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan
Bhabinkamtibmas Desa Kolisia B Sikka Kawal Ketahanan Pangan, Lahan Jagung Poktan Kaju Naja O’a Tumbuh Subur dan Menjanjikan

Tribratanewssikka.com - Maunere, 21 Februari 2026. Program ketahanan pangan nasional tidak hanya menjadi wacana di tingkat pusat, tetapi benar-benar diwujudkan hingga ke pelosok desa. Hal ini terlihat dari kegiatan yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Bertempat di kebun milik Kelompok Tani (Poktan) Kaju Naja O’a di Dusun Nawuteu, Desa Kolisia B, AIPDA Yohanes Aprilyance turun langsung melakukan pemantauan dan monitoring tanaman jagung yang menjadi bagian dari Program Ketahanan Pangan. 

 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung produktivitas dan kesejahteraan warga.

 

Lahan jagung yang dipantau memiliki luas kurang lebih 0,4 hektare dengan status kepemilikan bersertifikat. Tanaman jagung yang saat ini berusia 1 bulan 9 hari tampak tumbuh subur dan terawat dengan baik. Barisan tanaman yang hijau dan merata menjadi gambaran optimisme para petani dalam menyukseskan program strategis nasional tersebut.

 

Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas tidak hanya melakukan pengecekan kondisi tanaman, tetapi juga berdialog langsung dengan anggota kelompok tani. 

 

Ia memberikan motivasi dan imbauan agar para petani terus menjaga semangat gotong royong, meningkatkan perawatan tanaman, serta menjaga keamanan lingkungan sekitar lahan pertanian guna mencegah gangguan yang dapat merugikan hasil panen.

 

Kehadiran Bhabinkamtibmas di kebun kelompok tani menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat. Polri hadir bukan sekadar sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan penggerak pembangunan di desa. Pendampingan ini diharapkan mampu memberi rasa aman sekaligus dorongan moral bagi petani agar lebih percaya diri dalam mengelola usaha pertanian mereka.

 

Program Ketahanan Pangan sendiri menjadi salah satu prioritas nasional yang ditekankan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperkuat kemandirian pangan dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. 

 

Melalui dukungan aktif di tingkat desa, seperti yang dilakukan di Desa Kolisia B, program tersebut diharapkan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

 

Secara keseluruhan, kegiatan monitoring berlangsung aman, tertib, dan lancar. Situasi kamtibmas di wilayah Desa Kolisia B terpantau kondusif, sementara progres tanaman jagung menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

 

Langkah kecil di kebun seluas 0,4 hektare itu sesungguhnya menyimpan makna besar: kolaborasi, kepedulian, dan komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan bangsa, dimulai dari desa. [CM24]