Dari Kota hingga Pelosok, Polres Sikka Polda NTT Hadir Mengawal Sholat Tarawih dan Witir Ramadhan 1447 H

Pengamanan dan monitoring Sholat Tarawih dan Witir Ramadhan 1447 H yang dilaksanakan oleh Polres Sikka beserta jajaran Polsek pada 21 Februari 2026 berlangsung aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Sikka. Kehadiran aparat kepolisian berhasil memberikan rasa nyaman dan memastikan umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa gangguan keamanan.

Dari Kota hingga Pelosok, Polres Sikka Polda NTT Hadir Mengawal Sholat Tarawih dan Witir Ramadhan 1447 H
Polres Sikka Polda NTT Kawal Kesucian Ramadhan 1447 H, Ibadah Tarawih di Seluruh Wilayah Berlangsung Aman dan Tertib

Tribratanewssikka.com - Maumere, 21 Februari 2026 – Suasana malam di Kabupaten Sikka, Sabtu (21/2/2026), terasa berbeda. Di bawah langit Ramadhan 1447 Hijriah, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari berbagai penjuru masjid. 

Ratusan jamaah memadati saf-saf sholat, larut dalam kekhusyukan ibadah Tarawih dan Witir. Di balik ketenangan itu, hadir sosok-sosok berseragam yang setia memastikan semuanya berjalan aman dan tertib: jajaran Polres Sikka beserta Polsek jajaran.

Berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor: Sprin/121/II/PAM.3.3./2026, personel Polres dan Polsek diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan dan monitoring di sejumlah masjid strategis yang tersebar di wilayah Kabupaten Sikka. 

Langkah ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memberikan rasa aman bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah di bulan suci.

Di wilayah hukum Polsek Alok dan Alok Timur, pengamanan difokuskan pada sejumlah masjid dengan jumlah jamaah yang cukup besar. Di Masjid Al-Fattah Pemana, Desa Pemana, Kecamatan Alok, sekitar 100 jamaah mengikuti Sholat Tarawih yang dimulai pukul 19.30 WITA usai Sholat Isya hingga pukul 20.50 WITA. Ceramah bertema “Manfaat Puasa pada Bulan Suci Ramadhan” mengajak umat memperdalam makna ibadah sebagai sarana pembinaan diri.

Tak jauh berbeda, di Masjid At-Taqwa Ngolo, Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, sekitar 100 jamaah memadati masjid untuk menyimak tausiyah bertema “Amal dan Pahala di Bulan Suci Ramadhan.” Seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman tanpa gangguan sedikit pun.

 

Sementara itu, di Masjid At-Taqwa Beru, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, jumlah jamaah mencapai kurang lebih 200 orang. Dengan penceramah sekaligus imam yang menyampaikan materi tentang Fadillah Puasa, suasana ibadah berjalan tertib dan penuh kekhusyukan hingga berakhir sekitar pukul 20.40 WITA.

 

Pengamanan juga dilakukan di Masjid Jami’ Darussalam Waioti, Jalan Jenderal Sudirman, yang dihadiri sekitar 200 jamaah. Kehadiran aparat tidak hanya melakukan penjagaan terbuka, tetapi juga pengawasan situasional guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Ibadah berlangsung lancar dan selesai tepat waktu dalam keadaan aman.

 

Di wilayah Alok Barat, tepatnya di Masjid Ar-Rahman Wuring, Kelurahan Wolomarang, sekitar 200 jamaah melaksanakan Tarawih dan Witir dengan tertib. Personel Polres Sikka yang bertugas memastikan keamanan lingkungan sekitar masjid hingga seluruh kegiatan berakhir pukul 20.50 WITA.

 

Antusiasme jamaah terlihat lebih besar di Masjid Al-Anshor Kilo 2, Kelurahan Kota Uneng, dengan jumlah jamaah sekitar 250 orang. Tema ceramah tentang keistimewaan bulan Ramadhan menggugah semangat spiritual umat. Pengamanan dilakukan secara humanis dan persuasif, menciptakan suasana religius yang aman dan kondusif.

 

Hal serupa terpantau di Masjid Al-Muhajirin Perumnas, Kelurahan Madawat, di mana sekitar 250 jamaah mengikuti Tarawih dengan tertib. Monitoring dilakukan hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 20.53 WITA dalam situasi aman dan terkendali.

 

Tak hanya di pusat kota, pengamanan juga menyentuh wilayah hukum Polsek Kewapante dan Polsek Waigete. Di wilayah Kewapante, pengamanan dilakukan di Masjid Ar-Rahman Waipare (±150 jamaah), Masjid Al-Muhajirin Geliting (±100 jamaah), serta Masjid Al-Baitunuh Krokowolon (±50 jamaah). Seluruh kegiatan ibadah berlangsung aman dan kondusif.

 

Sementara itu, di wilayah Waigete, monitoring dilakukan di Masjid An-Nur Namangdoi, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura (±150 jamaah), serta Masjid Baithul Hamid Nangatobong (±40 jamaah). Hingga ibadah selesai sekitar pukul 21.00 WITA, situasi tetap terkendali tanpa adanya gangguan keamanan.

 

Pengamanan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Aparat kepolisian tidak hanya berdiri menjaga, tetapi juga membangun komunikasi, menyapa jamaah, serta memastikan lingkungan sekitar masjid dalam kondisi aman.

 

Respons masyarakat pun positif. Kehadiran personel Polri dinilai memberikan rasa tenang, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam hari selama Ramadhan.

 

Momentum Ramadhan menjadi ruang refleksi bersama: antara aparat dan masyarakat, antara tugas dan pengabdian, antara keamanan dan ibadah. Ketika umat bersujud dalam doa, aparat berjaga dalam tanggung jawab—keduanya berjalan seiring menjaga harmoni kehidupan.

 

Di seluruh wilayah Kabupaten Sikka, malam itu Ramadhan terasa khusyuk, damai, dan penuh makna. Dan di balik ketenangan itu, komitmen Polres Sikka berdiri tegak: memastikan setiap ibadah berlangsung dalam rasa aman, tanpa bayang-bayang gangguan.

 

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga kedamaian. Di Sikka, keduanya terjaga dengan baik. [CM24]