Polres Sikka Uji Ketangguhan Personel Lewat Kesamaptaan Jasmani dan Bela Diri Polri

Pelaksanaan Ujian Bela Diri Polri dan Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II Tahun 2026 menjadi instrumen pembinaan sekaligus evaluasi kesiapan personel Polres Sikka. Melalui pengujian fisik dan kemampuan bela diri, Polres Sikka terus mendorong personel agar memiliki kebugaran, ketangkasan, disiplin dan kesiapsiagaan yang mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara profesional.

Polres Sikka Uji Ketangguhan Personel Lewat Kesamaptaan Jasmani dan Bela Diri Polri
“Bukan Sekadar Ujian Fisik, Polres Sikka Ukur Ketangguhan Personel Lewat Kesamaptaan dan Bela Diri”

Tribratanewssikka.com — Kesiapan seorang anggota Polri tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga dari sejauh mana ia memiliki kondisi fisik yang prima, ketangkasan, daya tahan, disiplin, serta kemampuan menghadapi situasi yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan bertindak.

Semangat itulah yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Ujian Bela Diri Polri dan Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II Tahun 2026 bagi personel Polres Sikka, yang digelar di Mako Polres Sikka, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut merupakan bagian dari pembinaan personel secara berkala untuk mengukur sekaligus memastikan tingkat kebugaran jasmani dan kemampuan bela diri anggota tetap terjaga. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor Sprin/380/IX/HUK.6.6./2026, tanggal 25 September 2026, tentang Panitia Pelaksana Ujian Bela Diri Polri dan Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II Tahun 2026 Personel Polres Sikka.

Sejumlah subsatuan kerja turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, yakni Sikum, Sidokkes, Siwas, Si TIK, Sipropam, Sium, SPKT, Bag SDM, Sat Samapta, Sat Tahti dan Sat Binmas.

Rangkaian ujian diawali dengan pengisian blanko tes dan pemeriksaan kesehatan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum personel mengikuti serangkaian materi kesamaptaan jasmani.

 

Para personel kemudian diuji melalui beberapa materi fisik, mulai dari lari selama 12 menit, pull up selama satu menit, push up selama satu menit, sit up selama satu menit, hingga shuttle run sebanyak tiga putaran pada lintasan yang telah ditentukan.

 

Setiap materi bukan sekadar aktivitas olahraga biasa. Di balik setiap gerakan terdapat ukuran terhadap daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, serta kemampuan anggota mempertahankan performa fisiknya dalam tekanan dan keterbatasan waktu.

 

Tidak berhenti pada pengujian kesamaptaan jasmani, personel juga mengikuti Ujian Bela Diri Polri. Materi tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan kemampuan yang dibutuhkan anggota dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan.

 

Bagi institusi kepolisian, kemampuan fisik dan bela diri memiliki keterkaitan erat dengan kesiapsiagaan anggota. Sebab, tugas kepolisian tidak selalu berlangsung dalam situasi yang dapat diprediksi. Anggota dituntut mampu bergerak cepat, bertindak terukur, menjaga keselamatan diri maupun orang lain, serta tetap mengedepankan profesionalitas ketika menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

 

Kabag SDM Polres Sikka AKP Susanto, S.E., mengatakan bahwa pelaksanaan Ujian Bela Diri Polri dan Tes Kesamaptaan Jasmani merupakan bagian dari pembinaan personel sekaligus upaya untuk memastikan anggota tetap memiliki kesiapan fisik dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

 

Menurutnya, kebugaran jasmani bukan hanya menyangkut kemampuan seorang anggota menyelesaikan rangkaian materi ujian, tetapi lebih jauh merupakan modal dasar dalam menunjang pelaksanaan tugas yang membutuhkan stamina, ketahanan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan.

 

“Ujian ini merupakan bagian dari pembinaan personel untuk mengetahui sekaligus menjaga tingkat kesamaptaan jasmani dan kemampuan bela diri anggota. Kesiapan fisik menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan,” ujar AKP Susanto, S.E.

 

Ia menegaskan, setiap personel diharapkan tidak memandang kegiatan tersebut hanya sebagai kewajiban atau agenda rutin institusi. Lebih dari itu, kesamaptaan jasmani harus menjadi bagian dari kesadaran setiap anggota untuk menjaga kondisi tubuh agar selalu siap menghadapi tuntutan tugas.

 

“Harapan kami, seluruh personel dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menjadikan kebugaran jasmani sebagai bagian dari disiplin pribadi. Dengan kondisi fisik yang baik, anggota akan lebih siap dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat,” lanjutnya.

 

Dalam pelaksanaan hari pertama, tercatat sebanyak 61 personel telah mengikuti Ujian Bela Diri Polri dan Tes Kesamaptaan Jasmani. Sementara dari keseluruhan kekuatan Polres Sikka yang berjumlah 435 personel, masih terdapat 374 personel yang belum melaksanakan.

 

Dari jumlah tersebut, tujuh personel tercatat sedang menjalani cuti, satu personel mengikuti Tes PAG, satu personel menjalani cuti melahirkan, tiga personel dalam kondisi sakit, sementara 362 personel lainnya belum melaksanakan ujian.

 

Selain personel Polri, terdapat pula dua orang PNS Polres Sikka dalam keseluruhan data kekuatan personel yang tercatat dalam laporan pelaksanaan.

 

Angka tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan ujian masih akan berlangsung bagi personel yang belum mendapatkan kesempatan pada hari pertama. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan satu hari, melainkan menjadi bagian dari proses pembinaan personel yang dilakukan secara terukur sesuai ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan.

 

Di tengah tuntutan tugas kepolisian yang semakin dinamis, kemampuan fisik menjadi salah satu fondasi yang tidak dapat diabaikan. Seorang anggota dituntut bukan hanya memahami aturan dan prosedur, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi situasi nyata yang membutuhkan ketahanan tubuh, kecepatan bergerak, kemampuan mengambil tindakan, dan pengendalian diri.

 

Karena itu, kesamaptaan jasmani dan kemampuan bela diri bukan semata-mata persoalan nilai di atas kertas. Di balik setiap lintasan lari, setiap gerakan push up dan sit up, setiap tarikan pull up, serta setiap gerakan dalam bela diri, terdapat tuntutan untuk membangun karakter personel yang disiplin, tangguh dan siap menjalankan amanah tugas.

 

Pelaksanaan kegiatan juga menjadi ruang evaluasi bagi institusi untuk melihat kondisi kebugaran personel secara berkala. Hasil pengujian dapat menjadi bagian dari gambaran pembinaan sumber daya manusia Polri, khususnya dalam menjaga kesiapan anggota agar mampu melaksanakan tugas secara optimal.

 

Kabag SDM Polres Sikka AKP Susanto, S.E., menambahkan bahwa pembinaan personel harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dalam aspek kesehatan, kebugaran dan kemampuan pendukung tugas lainnya.

 

“Pembinaan sumber daya manusia tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual dan profesionalitas, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kesiapan jasmani. Karena itu, kami mendorong seluruh personel untuk terus menjaga kebugaran dan meningkatkan kemampuan diri,” tegasnya.

 

Pelaksanaan Ujian Bela Diri Polri dan Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II Tahun 2026 hari pertama berlangsung dalam keadaan tertib, aman dan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.00 Wita.

 

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kesiapan personel merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan institusi. Polisi yang hadir di tengah masyarakat dituntut untuk selalu siap—bukan hanya secara mental dan profesional, tetapi juga secara fisik.

 

Sebab pada akhirnya, kualitas pelayanan kepolisian tidak hanya dibangun dari kemampuan menjalankan prosedur, tetapi juga dari kesiapan setiap personel untuk hadir, bergerak dan bertindak ketika masyarakat membutuhkan. [Cm24]