Polres Sikka Amankan Ziarah Akbar Keuskupan Maumere, 37 Paroki Bersatu dalam Doa dan Harapan Pascabencana
Perayaan Ziarah Rohani Keuskupan Maumere di Wisung Fatima Lela menjadi momentum memperteguh iman, membangkitkan harapan pascabencana, dan mempererat persaudaraan umat Katolik dari 37 paroki. Dengan pengamanan personel Polres Sikka, seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berlangsung aman dan terkendali, mencerminkan pentingnya menjaga kerukunan serta stabilitas kamtibmas di Kabupaten Sikka.
Maumere, 14 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com – Semangat iman, persaudaraan, dan kebangkitan pascabencana menyatu dalam Perayaan Ziarah Rohani Umat Katolik se-Keuskupan Maumere yang berlangsung di Sanctuarium Wisung Fatima Lela, Dusun Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan rohani yang dipimpin langsung oleh Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr., tersebut mengusung tema “Bersama Santa Perawan Maria Fatima Kita Bangkit Kembali Pasca Bencana.”

Ziarah rohani ini bukan sekadar rangkaian ritual keagamaan, melainkan momentum untuk memperteguh iman, membangkitkan harapan, serta meneguhkan kembali semangat persaudaraan di tengah tantangan kehidupan pascabencana.
Melalui doa, pertobatan, penyembahan Sakramen Mahakudus, dan Perayaan Ekaristi Kudus, umat diajak untuk menemukan kekuatan spiritual, memelihara solidaritas, dan terus melangkah dengan penuh pengharapan.
Kehadiran umat Katolik dari 37 paroki di wilayah Kabupaten Sikka menjadikan kegiatan tersebut sebagai peristiwa keagamaan yang sarat makna. Ribuan langkah peziarah yang menuju tempat doa mencerminkan kerinduan umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, tema ziarah tahun ini membawa pesan kuat bahwa kebangkitan tidak hanya berbicara tentang pemulihan keadaan fisik setelah bencana, tetapi juga tentang membangun kembali keteguhan hati, menyalakan harapan, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Perayaan Ziarah Rohani Keuskupan Maumere turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Sikka, yakni Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, S.H.; Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supriadi; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka Herlindis Donata Da Rato, S.SiT.; Staf Ahli Bupati Sikka Avelinus Akulinus, S.Sos.; Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka Lambertus Kaytimu, S.Sos.; serta Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Verry Awales Syukur, S.Sos., M.Si.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah bersama pimpinan Gereja dan umat dari berbagai paroki memperlihatkan pentingnya kebersamaan dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis. Perbedaan peran dan tanggung jawab tidak menjadi penghalang untuk membangun komunikasi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kepentingan bersama.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa kehidupan beragama memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kedamaian, toleransi, solidaritas, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat Kabupaten Sikka.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 05.30 Wita dengan dibukanya pintu gerbang Sanctuarium Wisung Fatima Lela bagi para peziarah untuk memasuki kawasan tempat doa dan melaksanakan devosi pribadi. Umat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdoa, merenung, dan mempersiapkan diri mengikuti rangkaian perayaan rohani.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pelayanan Sakramen Tobat oleh sejumlah imam atau romo, memberikan kesempatan kepada umat untuk menjalani pertobatan dan pembaruan spiritual. Rangkaian ibadah juga mencakup penyembahan Sakramen Mahakudus, pujian, Tantum Ergo, serta pemberian berkat Sakramen Mahakudus yang dipimpin oleh Romo Quin Galmin, Pastor Paroki Santo Thomas Morus Maumere.
Pada pukul 13.00 Wita, prosesi umat bergerak dari Gereja Paroki Santa Elisabeth Lela menuju Sanctuarium Wisung Fatima Lela. Prosesi tersebut berlangsung dengan susunan liturgis yang melibatkan misdinar pembawa lilin, umat dari masing-masing paroki, biarawan dan biarawati, para imam, Uskup Maumere, serta misdinar pembawa mitra dan tongkat uskup.
Puncak perayaan berlangsung pada pukul 14.30 Wita melalui Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr. Pelayanan koor dan lektor dipercayakan kepada umat Paroki Kloangrotat, sedangkan petugas misdinar berasal dari Paroki Lela.
Suasana semakin khusyuk ketika pada pukul 16.30 Wita para peziarah mengikuti prosesi menuju Puncak Golgota. Dengan membawa lilin yang menyala di tangan sambil memanjatkan doa, umat menapaki perjalanan tersebut dalam suasana refleksi iman, pengharapan, dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Seluruh rangkaian Perayaan Ziarah Rohani Keuskupan Maumere berakhir pada pukul 17.00 Wita. Kegiatan berjalan sesuai rangkaian yang dilaksanakan oleh penyelenggara, dengan situasi dilaporkan aman dan terkendali.
Di balik kelancaran kegiatan keagamaan yang melibatkan umat dari 37 paroki tersebut, kesiapan pengamanan menjadi salah satu unsur penting untuk mendukung terciptanya suasana yang tertib dan kondusif.
Personel Polres Sikka melaksanakan pengawalan dan pengamanan berdasarkan Surat Perintah Nomor Sprint/632/X/PAM.3.3./2026 tanggal 12 Oktober 2026. Pengamanan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk ketika masyarakat menjalankan kegiatan ibadah dan perayaan keagamaan.
Kehadiran personel kepolisian diarahkan untuk mendukung kelancaran rangkaian kegiatan, menjaga ketertiban, serta memberikan rasa aman kepada para peziarah. Dengan demikian, umat dapat mengikuti setiap tahapan ibadah secara khusyuk tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban di lingkungan kegiatan.
Berdasarkan laporan pelaksanaan, seluruh rangkaian ziarah berlangsung dalam situasi aman dan terkendali. Adapun rangkaian ibadah dilaksanakan secara mandiri oleh pihak penyelenggara, sementara personel Polres Sikka menjalankan tugas pengawalan dan pengamanan sesuai surat perintah.
Keberhasilan menjaga situasi tetap kondusif menjadi bagian penting dalam mendukung kebebasan masyarakat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Keamanan dalam kegiatan keagamaan bukan hanya persoalan ketertiban di lokasi acara, melainkan juga bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang menghormati hak beribadah dan memelihara keharmonisan sosial.
Tema “Bersama Santa Perawan Maria Fatima Kita Bangkit Kembali Pasca Bencana” memberikan pesan mendalam tentang pentingnya membangun kekuatan batin, menjaga solidaritas, dan menumbuhkan optimisme di tengah situasi yang menuntut ketabahan.
Kebangkitan pascabencana membutuhkan lebih dari sekadar pemulihan fisik. Dibutuhkan pula kekuatan spiritual, dukungan sosial, dan semangat gotong royong agar masyarakat mampu menghadapi kesulitan serta menata kembali kehidupan dengan keyakinan dan harapan.
Dalam konteks tersebut, ziarah rohani menjadi ruang bagi umat untuk memperdalam hubungan dengan Tuhan sekaligus memperbarui komitmen terhadap sesama. Doa dan peribadatan memperoleh makna yang lebih luas ketika diwujudkan dalam tindakan nyata berupa kepedulian, solidaritas, dan kesediaan membantu mereka yang membutuhkan.
Nilai-nilai inilah yang turut menjadi fondasi penting bagi kehidupan masyarakat yang rukun dan damai. Kerukunan tidak cukup hanya dinyatakan melalui kata-kata, tetapi perlu dipelihara melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, serta komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Pelaksanaan Ziarah Rohani Keuskupan Maumere di Sanctuarium Wisung Fatima Lela menunjukkan pentingnya dukungan pengamanan dalam kegiatan masyarakat, terutama perayaan keagamaan yang melibatkan banyak peserta.
Sinergi antara penyelenggara, pemerintah daerah, dan aparat keamanan menjadi unsur pendukung bagi terselenggaranya kegiatan secara tertib. Dalam hal ini, pengamanan yang dilakukan personel Polres Sikka merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di Kabupaten Sikka.
Situasi yang aman dan kondusif memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas keagamaan dengan tenang, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap pentingnya menjaga ketertiban secara bersama-sama.
Pada akhirnya, makna ziarah tidak berhenti ketika prosesi berakhir atau lilin-lilin dipadamkan. Nilai iman, persaudaraan, pengharapan, dan kepedulian yang tumbuh selama perayaan diharapkan terus hidup dalam keseharian umat dan masyarakat.
Perayaan Ziarah Rohani Keuskupan Maumere di Wisung Fatima Lela menjadi pengingat bahwa iman harus menguatkan harapan, persaudaraan harus melahirkan kepedulian, dan kedamaian harus dijaga melalui tindakan nyata. Dengan seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung aman dan terkendali, semangat kebangkitan pascabencana diharapkan terus bertumbuh seiring terpeliharanya kerukunan dan stabilitas kamtibmas di Kabupaten Sikka. [Cm24]
"POLISI BERSAMA MASYARAKAT"


