Estafet Kepemimpinan Bergulir di Polres Sikka, Kompol Jerry Manafe Jadi Wakapolres, Iptu Wilhelmus Besi Tuba Pimpin Polsek Bola

Serah terima jabatan Wakapolres Sikka dan pelantikan Kapolsek Bola menjadi momentum penting memperkuat regenerasi, soliditas, integritas, dan profesionalisme Polri. Pergantian kepemimpinan diharapkan menghadirkan energi baru dalam meningkatkan pelayanan, menjaga keamanan serta membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat demi terciptanya Kabupaten Sikka yang aman, damai dan kondusif.

Estafet Kepemimpinan Bergulir di Polres Sikka, Kompol Jerry Manafe Jadi Wakapolres, Iptu Wilhelmus Besi Tuba Pimpin Polsek Bola
“Bukan Sekadar Pergantian Jabatan, Sertijab Polres Sikka Jadi Momentum Perkuat Pengabdian dan Kepercayaan Masyarakat”

Maumere, 5 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com — Pergantian jabatan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia bukan sekadar perpindahan posisi, apalagi hanya rutinitas administratif. 

Di balik setiap serah terima jabatan, terdapat pesan besar tentang regenerasi, kesinambungan pengabdian, tanggung jawab, serta tuntutan untuk menghadirkan organisasi kepolisian yang semakin profesional dan semakin dekat dengan masyarakat.

Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan Upacara Serah Terima Jabatan Wakapolres Sikka dan Pelantikan Kapolsek Bola Polres Sikka, yang digelar di Lapangan Apel Polres Sikka, Jalan Jenderal A. Yani Nomor 01, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu (4/10/2026) sore.

 

Upacara yang dimulai pukul 16.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K. dan berlangsung dalam suasana khidmat, tertib, aman serta penuh nuansa kebersamaan.

 

Dalam momentum tersebut, jabatan Wakapolres Sikka resmi diserahterimakan dari Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K. kepada Kompol Jerry Bernado Manafe. Pada saat yang sama, Iptu Wilhelmus Yohanes Besi Tuba dilantik sebagai Ps. Kapolsek Bola Polres Sikka. Serah terima jabatan tersebut berdasarkan Keputusan Kapolda NTT Nomor ST/538/IX/KEP/2026 tanggal 18 September 2026.

 

Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K. selanjutnya mendapat amanah untuk mengemban tugas sebagai Ps. Kasubdit 5 Ditreskrimsus Polda NTT, sementara Kompol Jerry Bernado Manafe sebelumnya menjabat sebagai Kasikorwas PPNS Ditreskrimsus Polda NTT.

 

Adapun Iptu Wilhelmus Yohanes Besi Tuba yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolsek Bola Polres Sikka, kini dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Ps. Kapolsek Bola Polres Sikka.

 

Di hadapan para pejabat utama, perwira, personel Polres Sikka, para Kapolsek jajaran dan Bhayangkari, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno menegaskan bahwa pergantian jabatan harus dimaknai sebagai bagian dari proses pembinaan dan regenerasi organisasi.

 

Pergantian seorang pejabat tidak berarti menghapus jejak pengabdian pejabat sebelumnya. Sebaliknya, setiap pemimpin meninggalkan pengalaman, gagasan dan fondasi yang menjadi bagian dari perjalanan organisasi untuk kemudian dilanjutkan dan dikembangkan oleh pejabat berikutnya.

 

Dalam amanatnya, Kapolres Sikka memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kompol Marselus Yugo Amboro atas dedikasi, loyalitas, pengabdian dan kerja sama selama menjalankan tugas sebagai Wakapolres Sikka.

 

Kapolres menyampaikan bahwa jabatan Wakapolres bukanlah posisi yang ringan. Jabatan tersebut menuntut kemampuan manajerial, ketegasan, loyalitas, koordinasi dan kesiapan untuk berdiri bersama Kapolres dalam menghadapi berbagai dinamika tugas kepolisian.

 

Setiap persoalan organisasi, setiap tantangan di lapangan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat membutuhkan kerja kolektif dan kepemimpinan yang mampu mengambil peran secara tepat. Kapolres menyampaikan terima kasih atas setiap tenaga, pikiran, waktu dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas.

 

“Terima kasih atas loyalitasnya. Terima kasih atas kerja samanya. Terima kasih atas kebersamaan selama menjalankan tugas,” menjadi pesan yang menegaskan bahwa setiap pengabdian memiliki nilai dan tempat tersendiri dalam perjalanan organisasi.

 

Kapolres juga berpesan agar seluruh pengalaman selama bertugas di Polres Sikka dapat menjadi bekal berharga bagi pejabat lama untuk melanjutkan pengabdian di tempat yang baru.

 

Kepada Kompol Jerry Bernado Manafe, Kapolres Sikka menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat atas amanah yang dipercayakan pimpinan. Sebagai Wakapolres yang baru, Kompol Jerry diharapkan tidak membutuhkan waktu panjang untuk beradaptasi dengan dinamika internal maupun karakteristik wilayah hukum Polres Sikka.

 

Kapolres mendorong pejabat baru untuk meneruskan berbagai program positif yang telah berjalan sekaligus menghadirkan gagasan-gagasan baru yang dapat memperkuat kualitas pelaksanaan tugas.

 

Namun, energi baru tersebut harus tetap berpijak pada kesinambungan organisasi. Artinya, apa yang telah baik harus dipertahankan, apa yang masih kurang harus diperbaiki, dan apa yang dapat dikembangkan harus didorong lebih jauh.

 

Wakapolres dituntut mampu membangun hubungan kerja yang solid dengan para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, bintara, ASN Polri dan seluruh personel.

 

Sebab, kuat atau lemahnya sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh seorang pimpinan, melainkan oleh kemampuan seluruh unsur di dalamnya untuk bergerak dalam satu irama, satu komitmen dan satu tujuan.

 

Sementara itu, pelantikan Iptu Wilhelmus Yohanes Besi Tuba sebagai Ps. Kapolsek Bola membawa pesan tersendiri. Kapolres Sikka menekankan bahwa jabatan Kapolsek bukan hanya tentang kewenangan, tetapi terutama tentang tanggung jawab dan pengabdian.

 

Kapolsek merupakan salah satu wajah terdepan Polri yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kehadiran seorang Kapolsek harus mampu dirasakan masyarakat, bukan hanya ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.

 

Kapolsek Bola diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta seluruh elemen masyarakat.

 

Kedekatan dengan masyarakat akan menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan sekaligus memperkuat kemampuan kepolisian melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.

 

Polisi harus mampu membaca persoalan sebelum menjadi konflik, mendengar keresahan sebelum menjadi gejolak, dan membangun komunikasi sebelum terjadi kesalahpahaman. Di titik inilah kehadiran Polri di tengah masyarakat mendapatkan makna yang sesungguhnya.

 

Kapolres Sikka juga mengingatkan seluruh personel bahwa tugas kepolisian tidak mungkin diselesaikan seorang diri. Keberhasilan Polres Sikka dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat merupakan hasil kerja bersama seluruh personel.

 

Karena itu, momentum sertijab hendaknya tidak dipandang hanya sebagai pergantian pejabat, melainkan sebagai momentum untuk kembali memperkuat barisan.

 

Disiplin harus terus dijaga. Integritas tidak boleh ditawar. Soliditas harus diperkuat. Profesionalisme harus ditingkatkan. Dan yang paling penting, setiap anggota harus menyadari bahwa seragam yang dikenakan membawa tanggung jawab besar di hadapan masyarakat.

 

Masyarakat tidak hanya membutuhkan polisi yang mampu bertindak ketika terjadi gangguan keamanan. Masyarakat membutuhkan polisi yang mampu memberikan rasa aman, mampu mendengar, mampu melayani, mampu melindungi dan mampu berdiri bersama mereka ketika menghadapi persoalan.

 

Serah terima jabatan pada akhirnya bukan tentang siapa yang datang dan siapa yang pergi. Ini tentang bagaimana sebuah institusi terus bergerak menghadapi tantangan zaman.

 

Polri dituntut semakin adaptif, semakin profesional dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Perubahan lingkungan sosial, perkembangan teknologi, dinamika keamanan serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap pelayanan kepolisian membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga matang secara sosial.

 

Karena itu, regenerasi kepemimpinan harus menjadi energi untuk memperbaiki dan memperkuat organisasi. Pejabat lama meninggalkan pengalaman. Pejabat baru membawa harapan. Dan seluruh personel menjadi kekuatan yang memastikan roda pengabdian tetap berjalan.

 

Dalam konteks Polres Sikka, pergantian Wakapolres dan pelantikan Kapolsek Bola diharapkan mampu menjadi titik penguatan baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Sikka.

 

Rangkaian upacara berlangsung sesuai tata urutan yang telah ditetapkan, mulai dari persiapan pasukan, laporan perwira upacara, penghormatan kepada inspektur upacara, laporan komandan upacara, pembacaan keputusan Kapolda NTT, penanggalan dan penyematan tanda jabatan, pengambilan sumpah jabatan, hingga penandatanganan berita acara serah terima jabatan, berita acara pengambilan sumpah dan pakta integritas.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan amanat Kapolres Sikka, doa, laporan komandan upacara dan penghormatan pasukan kepada inspektur upacara. Setelah seluruh rangkaian selesai, Kapolres Sikka meninggalkan tempat upacara dan kegiatan ditutup dengan laporan perwira upacara.

 

Upacara serah terima jabatan Wakapolres Sikka dan pelantikan Kapolsek Bola berakhir pada pukul 16.45 Wita dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat utama Polres Sikka, para perwira, para Kapolsek jajaran, personel Polres Sikka serta Bhayangkari.

 

Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa dinamika jabatan di tubuh Polri harus selalu bermuara pada satu kepentingan utama: pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

 

Sebab pada akhirnya, jabatan bukanlah tentang kedudukan, melainkan tentang seberapa besar tanggung jawab yang mampu diemban dan seberapa nyata manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

 

Polres Sikka terus bergerak. Dengan kepemimpinan yang berganti, semangat pengabdian tidak boleh berhenti. Dengan wajah baru, komitmen pelayanan harus semakin kuat. Dan dengan soliditas seluruh personel, kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan semakin nyata, humanis dan dipercaya.[Cm24]

#POLISI BERSAMA MASYARAKAT#