Dukung Pembangunan Kawasan Pesisir, Polsek Paga Polres Sikka Hadiri Peletakan Batu Pertama KNMP Lowolabo
Peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Lowolabo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, menjadi langkah strategis dalam mendorong kemajuan kawasan pesisir. Dengan nilai kontrak Rp4,72 miliar dan masa pengerjaan 120 hari, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan yang berkualitas, tepat waktu, transparan, dan akuntabel. Sinergi pemerintah, masyarakat, serta unsur keamanan menjadi kunci agar pembangunan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
Maumere, 14 Oktober 2026. Tribratanewssikka.com — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Lowolabo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, resmi memasuki tahap awal. Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, S.H., pada Rabu (14/10/2026), proyek bernilai kontrak Rp4.723.090.147,59 tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan kawasan pesisir sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung pukul 10.45 hingga 11.35 WITA itu bukan sekadar seremoni pembangunan. Di balik dimulainya proyek bernilai miliaran rupiah tersebut, tersimpan harapan besar masyarakat terhadap hadirnya infrastruktur yang benar-benar menjawab kebutuhan nelayan, memperkuat aktivitas ekonomi pesisir, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga Desa Lowolabo.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia serta sambutan Bupati Sikka. Momentum utama kemudian berlangsung melalui upacara adat yang dipimpin Mosalaki Kecamatan Paga, Yakobus, sebelum Bupati Sikka melakukan peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya pembangunan.
Pelibatan tokoh adat dalam prosesi tersebut menegaskan bahwa pembangunan di wilayah pesisir tidak dapat dilepaskan dari penghormatan terhadap nilai budaya dan kearifan lokal. Pembangunan fisik dan pelestarian identitas masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan, sehingga kemajuan yang dicapai tetap berakar pada kehidupan sosial masyarakat setempat.
Berdasarkan data dalam laporan kegiatan, pembangunan KNMP Desa Lowolabo tertuang dalam surat kontrak Nomor B/8.22057/DJPT.6/PL.420/PPK/VIII/2026 tertanggal 7 Agustus 2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp4.723.090.147,59 dan masa pengerjaan selama 120 hari.
Angka tersebut bukan sekadar nilai dalam dokumen kontrak. Di dalamnya terdapat tanggung jawab besar untuk menghadirkan pembangunan yang berkualitas, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.
Karena itu, dimulainya pembangunan harus diikuti dengan pelaksanaan pekerjaan yang disiplin, pengawasan yang konsisten, serta pertanggungjawaban yang jelas. Kualitas hasil pekerjaan, kesesuaian dengan spesifikasi teknis, ketepatan waktu, dan kepatuhan terhadap kontrak merupakan aspek penting yang menentukan keberhasilan proyek.
Masyarakat tentu tidak hanya menantikan berdirinya bangunan atau selesainya pekerjaan konstruksi. Harapan yang lebih besar adalah agar keberadaan KNMP mampu mendukung kegiatan nelayan secara nyata, memperkuat produktivitas sektor perikanan, serta menciptakan ruang pertumbuhan ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat pesisir.
Dengan masa kerja 120 hari sebagaimana tercantum dalam kontrak, konsistensi pelaksanaan dan pengawasan menjadi faktor penting agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan. Setiap tahapan pekerjaan perlu dilaksanakan secara profesional dan akuntabel, sehingga investasi pembangunan benar-benar menghasilkan fasilitas yang layak dan bermanfaat.
Sebab, keberhasilan pembangunan tidak diukur dari megahnya seremoni peletakan batu pertama, melainkan dari kualitas hasil pekerjaan dan manfaat yang dirasakan masyarakat setelah proyek selesai.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Wahyu dan David Sihombing; Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sikka, Malik Bakhtiar; serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sikka, Drs. Ambrosius Peter, M.A.
Hadir pula Camat Paga, Marianus M. B. Keraf, S.TP., M.A.P.; Penjabat Kepala Desa Lowolabo, Nong Gonis Da Lopes, S.Sos.; Penjabat Kepala Desa Paga; unsur konsultan, manajemen konstruksi, dan pengadaan barang dan jasa; tokoh adat; tokoh masyarakat; tokoh pemuda; perangkat desa; serta Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa Lowolabo.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan kawasan pesisir. Pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing agar proses pembangunan berjalan tertib dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dukungan masyarakat juga menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan proyek. Partisipasi warga, komunikasi yang terbuka, serta penghormatan terhadap kepentingan masyarakat setempat diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif selama pembangunan berlangsung.
Pada akhirnya, pembangunan yang berhasil bukan hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pembangunan dan meningkatkan keyakinan bahwa program pemerintah mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Dari unsur keamanan, kegiatan tersebut dihadiri Kanit Bimas Polsek Paga, Aiptu F. Lister, S.H.; Kanit Samapta, Aiptu Melkisua E. Bayang; serta Bhabinkamtibmas/Babinsa sebagaimana unsur yang tercatat dalam laporan kegiatan.
Sementara itu, monitoring kegiatan dilakukan oleh Kanit Intelkam Polsek Paga, Aipda Jainudin Kasim, sebagai bagian dari pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya agenda pembangunan tersebut.
Kehadiran unsur kepolisian dan TNI mencerminkan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di tengah pelaksanaan program pembangunan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat. Situasi yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor pendukung agar kegiatan publik dapat berlangsung tertib tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar.
Berdasarkan laporan yang diterima, seluruh rangkaian kegiatan peletakan batu pertama KNMP Desa Lowolabo berlangsung aman dan lancar. Setelah prosesi utama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyajian makanan ringan sebelum ditutup.
Meski demikian, perhatian terhadap keamanan dan ketertiban tidak hanya dibutuhkan ketika seremoni berlangsung. Koordinasi antarpihak tetap penting selama pekerjaan berjalan, terutama untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan mendukung pelaksanaan pembangunan sesuai rencan
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Lowolabo menjadi momentum yang patut mendapat perhatian bersama. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat, proyek ini diharapkan menjadi salah satu pengungkit pengembangan kawasan pesisir di Kabupaten Sikka.
Namun, harapan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam hasil yang terukur. Infrastruktur yang dibangun harus memiliki kualitas yang baik, sesuai kebutuhan, dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Pengawasan yang memadai, ketepatan waktu, serta transparansi pelaksanaan menjadi bagian penting untuk menjaga agar tujuan pembangunan tidak berhenti sebagai janji di atas kertas.
Bagi masyarakat nelayan, ukuran keberhasilan pada akhirnya sederhana tetapi mendasar: apakah pembangunan tersebut mampu menunjang pekerjaan mereka, membuka peluang ekonomi, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.
Peletakan batu pertama oleh Bupati Sikka telah menandai dimulainya tahapan pembangunan KNMP Desa Lowolabo. Kini, perhatian beralih pada pelaksanaan pekerjaan dan tanggung jawab seluruh pihak untuk memastikan proyek berjalan sesuai kontrak serta memberikan manfaat sebagaimana diharapkan.
Pembangunan telah dimulai. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa investasi Rp4,72 miliar tersebut benar-benar menjadi fondasi kemajuan masyarakat nelayan, bukan sekadar penanda dimulainya sebuah proyek.
Pada titik inilah keberhasilan KNMP Lowolabo akan dinilai: bukan dari seremoni yang berlangsung sesaat, melainkan dari mutu pembangunan, akuntabilitas pelaksanaan, dan manfaat nyata yang kelak dirasakan masyarakat pesisir Kabupaten Sikka. [Cm24]
"POLISI BERSAMA MASYARAKAT"


